Minggu, 19 Juli 2026

Probowo Soroti Birokrasi dan Regulasi Indonesia Rumit, Jadi Penghambat Kemajuan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 21 Mei 2025 | 19:35 WIB
Presiden Prabowo berpidato di Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (Tim Media Presiden Prabowo)
Presiden Prabowo berpidato di Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (Tim Media Presiden Prabowo)

PORTALOKA.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti regulasi di Indonesia yang seringkali rumit dan berbelit-belit.

Oleh karena itu, ia menekankan agar para pejabat menyederhanakan regulasi khususnya yang berkaitan dengan minyak dan gas.

Hal ini ia ungkapkan saat menghadiri Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) Tahun 2025 di ICE BSD City, Tangerang, pada Rabu, 21 Mei 2025.

Menurutnya, birokrasi yang selama ini berjalan di Indonesia justru memperlambat proses menuju negara maju.

Baca Juga: Dorong Peningkatan Kualitas Pers, BRI Umumkan 45 Jurnalis Penerima Beasiswa S2 Fellowship Journalism 2025

Ia pun tidak segan untuk mencopot jabatan petinggi yang tidak mau menyederhanakan regulasi tersebut.

“Ini ada kecenderungan tidak hanya di Indonesia tapi Indonesia ahlinya, Indonesia ahli membuat regulasi yang demikian sulit untuk kita sendiri. Ini harus kita kurangi, pejabat yang tidak mau menyederhanakan regulasi akan saya ganti, akan saya copot,” kata Prabowo.

"Banyak anak-anak muda yang nunggu diberi kesempatan. Saya minta diubah budaya, ‘kalau bisa dibikin susah kenapa dibikin gampang’, ubah cara berpikir seperti itu. Cara berpikir seperti itu tidak boleh lagi kita biarkan di republik kita yang kita cintai ini,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah siap menawarkan kerja sama terkait energi minyak dan gas kepada para investor yang turut hadir.

Baca Juga: Incaran Gen Z, Segini Gaji Karyawan Alfamart 2025 Semua Posisi Beserta Tunjangannya, Paling Tinggi Jabatan Ini

“Di bidang energi, garis kita juga sederhana, kita mengerti bahwa potensi energi kita sangat-sangat besar. Tadi saya diberi laporan sekian puluh blok migas yang siap kita tawarkan secara besar-besaran. Saya minta badan-badan regulasi, sederhanakan regulasi. Saya ulangi, sederhanakan regulasi,” ujarnya.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X