Minggu, 19 Juli 2026

Miris! Desa Wisata Ciamis Tinggal Cerita, Pengunjung Mulai Sepi

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Senin, 28 April 2025 | 06:34 WIB
 Pameran Ekraf dan Halal Bil Halal Desa Wisata Kabupaten Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)
Pameran Ekraf dan Halal Bil Halal Desa Wisata Kabupaten Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - 'Wisata Di Ciamis aja!' Tagline ini tak mendongkrak kunjungan wisatawan.

Dari 44 desa di Kabupaten Ciamis yang ditetapkan sebagai desa wisata, kini meredup.

Keberadaan desa wisata bagaikan jamur di musim hujan. Jiwa para pengelola destinasi wisata hambar tak bergairah.

Pada hari Sabtu, 26 April 2025, di Alun-Alun kecamatan Tambaksari menggambarkan suasana batin para pelaku wisata yang tak bergairah.

Baca Juga: Healing Anti Rungsing! 2 Curug di Ciamis Ini Punya View Indah dan Airnya Jernih, Cuma 30 Menit dari Pusat Kota

Halal bil halal pengelola desa wisata yang hadir hanya 4 kepala desa. Para pengurus Pokdarwis hanya 3 orang.

"Kekompakan dan rasa saling membesarkan desa wisata sudah hilang dari para pengelola wisata. Akar masalahnya adalah rasa yang tak nyambung dengan stakeholder yang lain," ujar Sofyan seorang penggiat wisata desa yang memilih tidak hadir.

Ketua Pokdarwis Kabupaten Ciamis, Eko Andriyanto, mengatakan, kurangnya antusiasme para pengelola desa wisata untuk hadir di acara halalbihalal ini merupakan wujud kendornya semangat mereka mengelola wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata, Agus Yani membuka pameran Ekraf dan Halal Bil Halal Desa Wisata Kabupaten Ciamis bersama Pokdarwis (Portaloka.id/Bang Sufi)

"Tugas Pokdarwis adalah menciptakan ekosistem wisata yang melahirkan orang-orang untuk sadar wisata. Event penarik wisata digelar agar ada geliat pengunjung," ujar Eko.

Baca Juga: Asal Usul Galendo Makanan Khas Ciamis, Ternyata Ini Sosok Penemu dan Makna di Balik Namanya

Di arena pameran Ekraf dan pentas Wayang Golek di Alun-Alun Tambaksari seperti bukan event Kabupaten Ciamis. Tapi lebih tepat kegiatan tingkat desa. Peserta bazar Ekraf tidak maksimal dan pengunjung warga lokal.

"Jika semangat para pelaku dan pengelola desa wisata sudah meredup, mungkin sebaiknya dibubarkan saja. Kebijakan pembangunan pariwisata di Kabupaten Ciamis tak didukung anggaran dan SDM yang berkualitas," ujar pengamat pariwisata Ciamis, Wawan Iswandi, pelaku Ekraf konten kreator.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X