Jika pasien menanggapi, maka jebakan pun dimulai.
Mereka diminta datang di jam praktik terakhir dengan syarat tidak mendaftar seperti biasa.
"Pasien yang masuk perangkap akan disuruh datang ke klinik di jam terakhir. Dengan larangan daftar dan harus bilang sudah ada janji dengan dia kepada asisten," jelasnya.
Sementara itu, para asisten atau staf yang seharusnya mendampingi justru disuruh pulang lebih dulu.
"Kita bukan tidak mendampingi tapi kita selalu disuruh pulang dan tidak boleh masuk," katanya.
Kesaksian mantan asisten ini membuka mata publik bahwa pola pelecehan tersebut telah berlangsung cukup lama dan terstruktur.
Kasus ini pun mendapat sorotan tajam dari masyarakat, dan kini menunggu penanganan serius dari pihak berwenang agar tak ada lagi korban berikutnya.***
Artikel Terkait
Resep Sambal Bawang Surabaya Sedep Gurih, Cocok Dihidangkan dengan Semua Menu, Ini Rahasianya
5 Fakta Wanita Ceburkan Diri ke Laut Bantul Yogyakarta, Sempat Main ATV dan Berswafoto
Klaster Usaha Tenun Ulos Ini Sukses Bangkit dan Berdayakan Kaum Wanita Berkat Program Klasterkuhidupku BRI
Lansia di Laono Purworejo Pamit Cari Kayu Bakar Hilang di Hutan Wonosari, Begini Kondisinya saat Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan
Kecelakaan Truk Terguling di Jembatan Sradakan Kulon Progo Yogyakarta Gegara Hindari Kucing Nyebrang Jalan, 2 Orang Terluka
4 Fakta Truk Terguling Usai Hindari Kucing Nyebrang Jalan di Kulon Progo Yogyakarta, Begini Kondisi Korban
Jika Benar Ijazah Jokowi Palsu, Apakah Seluruh Kebijakannya Semasa Menjabat Dibatalkan? Ini Kata Mahfud MD