Baca Juga: Pelaku Pengoplos Pertalite dengan Air di SPBU Trucuk Klaten Terancam 6 Tahun Penjara
"Kalau mamak menggigil, kedinginan, panas tinggi dan berak 3-4 kali," ucap Lastri.
Kedua orang tua Lastri diperiksa petugas kesehatan yang mendatangi Desa Karangturi, Senin, 14 April 2025.
Ibu dan Ayah Lastri kemudian diantar ambulans ke pelayanan kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mendata dari 200 warga yang datang diacara wayang kulit, ada 64 warga yang mengalami gejala mutah, lemas dan diare.
Para korban kemudian dilakukan observasi di Puskesmas dan rumah sakit.
"Dari 200 yang diundang ada 64 yang mengalami gejala muntah, lemas, diare sampai panas."
"Dilakukan observasi mudah-mudahan tidak meluas."
"Harapannya tidak dehidrasi, tapi tadi ada anak-anak yang menunjukkan dehidrasi ringan," kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Klaten, Hanung Sasmito Wibowo. ***
Artikel Terkait
Pelaku Pengoplos Pertalite dengan Air di SPBU Trucuk Klaten Terancam 6 Tahun Penjara
Jumlah Total Kendaraan Mobil dan Motor yang Macet Pasca Isi BBM Campur Air di SPBU Trucuk Klaten, Pertamina Ganti Rugi
Pertamina Patra Niaga Buka Posko Pengaduan di SPPU Trucuk Klaten Buntut Kasus BBM Oplosan Pertalite Campur Air
SPBU Trucuk Klaten Ditutup Sementara Buntut Kasus Pertalite Campur Air, Pasokan Dialihkan ke SPBU Belangwetan dan SPBU Al Aqsha
OTW ke Yogyakarta, Truk Muatan 1000 Galon Air Mineral Terguling di Sawah Delanggu Klaten, Begini Kronologi Lengkapnya
Bermula dari Hobi, Prawoto Warga Krakitan Bayat Klaten Kembangkan Kerajinan Wayang Kulit, Segini Harga Jualnya
Terdengar Suara 'Klotak', Kaca Mobil Fortuner Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal di Jalan Jogja-Solo Ceper Klaten
Terungkap Ciri-ciri Pelempar Batu yang Bikin Kaca Fortuner Retak di Jalan Jogja-Solo Ceper Klaten, Aksi Pelaku Terekam Dashcam Mobil