Minggu, 19 Juli 2026

Warga Tundungan Juwiring Klaten Menggelar Tradisi Malam Selikuran Sambut Datangnya Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadhan

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Jumat, 21 Maret 2025 | 08:54 WIB
Warga Kampung Tundungan, Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menggelar tradisi Malam Selikuran, Kamis sore, 20 Maret 2025 untuk menyambut datangnya Malam Lailatul Qadar. (Portaloka.id/Wulan KP)
Warga Kampung Tundungan, Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menggelar tradisi Malam Selikuran, Kamis sore, 20 Maret 2025 untuk menyambut datangnya Malam Lailatul Qadar. (Portaloka.id/Wulan KP)

"Tradisi ini dilaksanakan tiap bulan Ramadhan untuk melestarikan tradisi atau istilahnya kondangan."

Baca Juga: Ribuan Warga Dapat THR dari Pemerinah Desa Wunut Klaten Total Rp 457 Juta Jelang Lebaran Idul Fitri 2025

"Malam selikuran manfaatnya supaya masyarakat diberi oleh Allah SWT kesehatan dan diberi hidayah."

"Selain itu juga supaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT," kata Abdul Wachid kepada Portaloka.id, Kamis sore, 20 Maret 2025.

Abdul Wachid menambahkan tradisi Malam Selikuran sudah menjadi agenda tahunan.

Tradisi ini juga jadi pengingat untuk memperbanyak sedekah, instropeksi diri dan mengingatkan kita untuk ibadah dalam sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan.

Baca Juga: Berkah Bulan Ramadhan, Pengrajin Emping Melinjo di Ceper Klaten Kebanjiran Order Naik 50 Persen Jelang Lebaran Idul Fitri 2025, Segini Harganya

"Sudah menjadi tradisi nenek moyang dari orang tua dahulu."

"Disepuluh hari terakhir ini, meningkatkan ibadah dan mendapatkan atau mencapai Lailatul Qadar," tutur Abdul Wachid.

Warga Kampung Tundungan, Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berdoa Bersama di acara tradisi Malam Selikuran. (Portaloka.id/Wulan KP)

Warga Kampung Tundungan pun selalu antusias mengikuti tradisi Malam Selikuran setiap tahunnya.

Salah satu warga, Andri Prayitno mengaku setiap tahun selalu menikuti tradisi Malam Selikuran.

Baca Juga: Rumah Rusak Gegara Tersambar Petir di Tegalgondo Klaten, 1 Orang Terluka Kepala Bocor

Menurut Andri Prayitno, sebagai generasi muda ia harus menjaga tradisi Malam Selikuran agar tidak punah.

"Mengikuti tradisi puasa dapat 21 hari, namanya selikuran dengan wujud kenduri."

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X