Proses produksi memerlukan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari penentuan desain, pembuatan sampai pengiriman.
Semua tergantung pada tingkat permintaan, saat sedang banyak pesanan waktunya bisa lebih lama. Salah satu contohnya saat mendapat pesanan dari Malaysia beberapa tahun lalu.
Sebagai pelaku bisnis mebel yang telah beroperasi cukup lama, Els Artsindo menghadapi berbagai tantangan yang menuntut inovasi berkelanjutan, terutama terkait regulasi ekspor, legalisasi dokumen dan beragam permintaan pasar.
"Setiap pemerintahan baru memiliki regulasi tersendiri, mulai dari sertifikasi, legalisasi, hingga pengiriman. Kendala utama biasanya terkait sertifikasi, keabsahan, dan kelengkapan dokumen. Kami tentu memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan, tetapi alangkah baiknya jika regulasi bagi pengusaha UMKM bisa dipermudah agar tidak menimbulkan kendala," ujarnya.
Baca Juga: Bayar Zakat Lebih Mudah dengan Super Apps BRImo, Solusi Praktis untuk Masyarakat di Bulan Ramadhan
Dari segi desain, Renato mengungkapkan bahwa tren mebel saat ini mengalami perubahan. Jika dulu mebel berukiran mendominasi, kini pasar lebih menyukai desain minimalis, terutama di kalangan pasangan muda.
"Peminat untuk barang-barang berukiran banyak sudah mulai berkurang. Kalau pasar sekarang, pasangan muda itu lebih suka yang minimalis. Itu tantangan buat Els Artsindo untuk mengembangkan produk yang inovatif," kata Renato.
Meski begitu, pasar tertentu seperti Dubai masih memiliki permintaan tinggi untuk mebel berukiran besar dan mewah. Oleh karena itu, Els Artsindo tetap fleksibel dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan.
Sebagai pengusaha UMKM, ELS ARTSINDO telah menjalin kerja sama erat dengan BRI, terutama dalam aspek permodalan dan transaksi keuangan.
"BRI banyak membantu Els Artsindo terkait permodalan. Kalau ada orderan besar kita otomatis butuh modal dan pembiasaan baru. BRI ini sangat membantu. Sistem penggajian karyawan juga sudah pakai BRI, jadi tidak lagi cash tapi sudah system payroll. Semua transaksi, transfer semakin mudah dengan BRI, untuk pembayaran buyer dalam negeri dan ekspor juga sudah pakai BRI," ujar Renato.
Renato menyebutkan bahwa salah satu keunggulan BRI adalah jaringannya yang luas hingga ke daerah terpencil.
"Supplier kami banyak di daerah-daerah. Kalaupun tidak ada Kantor Cabang, masih ada AgenBRILink. Jadi masalah pembayaran, keuangan antar karyawan dan supplier itu mudah, sampai ke pelosok-pelosok desa sekalipun," sebutnya.
Selain bantuan permodalan, Els Artsindo juga pernah mendapatkan pelatihan berkaitan dengan pengelolaan keuangan bersama Tim Financial Els Artsindo.
Artikel Terkait
Catat! Inilah Waktu Terbaik untuk Membayar Zakat Fitrah Hari Raya Idul Fitri 2025
Mobil Boks Hantam Gerobak Martabak dan Pedagangnya di Kraguman Jogonalan Klaten, 1 Orang Tewas, Ini Kronologi Lengkapnya
Kapan Batas Waktu Maksimal Membayar Zakat Fitrah Hari Raya Idul Fitri 2025? Simak Panduan Lengkapnya di Sini
Polres Kebumen Bongkar 6 Kasus Asusila Melalui Kegiatan KRYD, Sita Miras hingga Petasan
Duda Tak Bisa Tahan Nafsu Nekat Jadi Begal Payudara di Kroya Cilacap, Bermula saat Korban Jemput Adik di Pasar Malam
Bupati Ciamis Herdiat Hadiri Peringatan Nuzulul Quran Perdana di Masjid Agung Ciamis
Pengangkatan CPNS 2024 Resmi Dimajukan Maksimal Juni 2025, Segini Gaji yang akan Diterima PNS sesuai Golongannya
Bus Rombongan Pengajian Asal Sukoharjo Terguling di Pracimantoro Wonogiri, 1 Meninggal 6 Luka-luka
QLola by BRI Cetak Volume Transaksi Rp8.400 Triliun, Mudahkan Nasabah Korporasi Kelola Keuangan Agar Lebih Efisien
MenPAN RB Ungkap Pengangkatan CASN 2024 Bisa Lebih Cepat pada April 2025 Asal Instansi Memenuhi Syarat Ini