CIAMIS, PORTALOKA.ID - Program Pertanian Ramah Lingkungan selalu gagal berulang karena tidak diikuti dengan upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah.
Kambing hitam dari pertanian yang tak ramah lingkungan dipicu oleh penggunaan pupuk kimia secara masif.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, H. Awan Setiawan dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Kamis, 27 Februari 2025.
Baca Juga: Kebakaran Pasar Manis Ciamis Hanguskan 6 Kios, Ini Dugaan Penyebabnya
Menurut Awan, pertanian ramah lingkungan digemborkan tapi bibit dan varietas tanaman selalu hibrida. Maka selamanya petani tidak lepas dari jaringan pupuk kimia.
"Ada beberapa jenis benih tanaman yang hanya bisa berkembang biak manakala dipupuk dengan kimia. Ketergantungan dengan pupuk kimia ini yang akan menyebabkan petani dalam posisi tidak ideal," ujar Awan.
Menyoal kesiapan komoditas pertanian dalam program makan bergizi gratis, Awan mengatakan, pihaknya mengajak kepada stakeholder pertanian menggenjot produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan MBG.
"Program MBG merupakan kesempatan untuk petani lokal memasok kebutuhan MBG. Dengan demikian kelak tidak perlu mendatangkan dari pihak luar Ciamis jika semua petani diberdayakan. Ini hendaknya menjadi bahan pemikiran bersama ke depan," ujar Awan yang juga kader Partai Gerindra.***
Artikel Terkait
4 Fakta Yaris Terbalik Usai Tabrak Halte Trans Jogja di Sleman Yogyakarta, Ternyata Sopir Seorang Pemuda Asal Klaten
Menag: Awal Ramadhan dan Idul Fitri 2025 Kemungkinan Sama dengan Muhammadiyah
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh pada 1 Maret, Pemerintah Kapan? BRIN Sebut Kemungkinan Terjadi Perbedaan
4 Fakta Sopir Angkot Berkelahi di Kupang karena Masalah Asmara, Didasari Cinta Segitiga hingga Berakhir Damai
Dengan Bumbu Sederhana Bisa Bikin Sop Ayam Klaten yang Populer ala Chef Rudy, Simak Resepnya
SAH! Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025