Minggu, 19 Juli 2026

Di Tengah Dinamika Pasar, BRI Lebih Fokus Pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang

Photo Author
Efrilia Aminati, Portaloka
- Jumat, 28 Februari 2025 | 10:00 WIB
BRI Lebih Fokus Pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang, Di Tengah Dinamika Pasar (Istimewa)
BRI Lebih Fokus Pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang, Di Tengah Dinamika Pasar (Istimewa)

PORTALOKA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus menunjukkan kinerja yang solid dengan fundamental yang baik di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Dengan strategi yang terukur dan pengelolaan risiko yang baik, perusahaan tidak terburu-buru mengejar keuntungan besar, melainkan lebih fokus pada pengelolaan risiko jangka panjang, salah satunya adalah dengan menyediakan cadangan yang cukup.

Meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika pasar, BRI tetap mampu membukukan kinerja positif di sepanjang tahun 2024, menegaskan resiliensi perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian.

Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan bahwa kinerja positif tersebut merupakan hasil dari tata kelola bisnis dan manajemen risiko yang baik, serta strategi kehati-hatian dalam menghadapi berbagai potensi risiko.

Baca Juga: Ide Jualan Takjil Buka Puasa Ramadahan, Bihun Goreng Pedas Nampol, Gurih dan Bikin Ketagihan

Sunarso mengungkapkan bahwa saat ini fundamental BRI dalam kondisi yang baik.

“Dalam situasi yang tidak mudah, tetap kita masih membukukan laba Rp60,64 triliun. Dan laba tersebut tidak perlu kita tahan sebagai modal. Karena modal kita sudah sangat kuat,” ujarnya dalam acara Kompas 100 Outlook: Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global, Senin 17 Februari 2025.

Lebih lanjut, salah satu indikator utama fundamental yang baik BRI tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) BRI hingga akhir Desember 2024 yang mencapai 9,6 persen YoY. Dengan kenaikan 9,6 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa BRI tetap bertumbuh secara organik di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Baca Juga: Reka Adegan Suami Linggis Istri di Bantul Yogyakarta, Ada 34 Adegan Rekontruksi di Mapolres

“Pre-Provision and Operating Profit itu sesungguhnya real pertumbuhan,” imbuh Sunarso.

Sunarso juga menuturkan bahwa BRI sengaja menjaga laba tetap stabil sebagai langkah kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Dengan strategi ini, perusahaan tidak terburu-buru mengejar keuntungan besar, melainkan lebih fokus pada pengelolaan risiko jangka panjang.

Adapun, kehati-hatian ini terlihat dari NPL coverage ratio yang mencapai 215,05% per Desember 2024.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X