Kini, meski tubuhnya telah lama menjadi tanah, namanya masih hidup dalam bisikan angin Gunung Ardilaya—sebagai pemimpin, sebagai bangsawan, dan sebagai bagian dari sejarah Galuh yang tak pernah benar-benar hilang.
Tuah dan sumpahnya masih terasa hingga hari ini. Barangsiapa yang melakukan kegiatan di lapangan Cisadap tanpa sanduk-sanduk dan panggungnya membelakangi makam Gunung Ardilaya, dalam hitungan menit akan datang angin puting beliung dadakan dari arah Gunung Ardilaya.
Boleh percaya atau tidak, tergantung keyakinan masing-masing. Tapi sudah banyak kejadian yang membuktikan tuah Eyang Ardilaya masih aktif di alam modern.***
Artikel Terkait
CATAT! Ini Jadwal Belajar Selama Ramadhan 1447 H hingga Idul Fitri
Info Papan Ngopi Anyar Lur! Senjadi Emerald, Tempat Nongkrong Cozy di Klaten yang Harganya Ramah di Kantong
Rektor Universitas Insan Cita Indonesia: Pendidikan Digital Perkuat SDM Pekerja KSPSI
Kapan Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1447 Hijriah? Ini Penjelasan Kemenag
Viral Guru di Grobogan Jawa Tengah Bagikan Jalan Sehari-hari yang Dilewati Menuju Sekolah, Masih Tanah Berlumpur dan Licin
Serial Kanjeng Sunan - Bagian 12: Perang Sabil Agama dan Tradisi
BI Buka Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2026, Begini Caranya
PD Muhammadiyah Ciamis Gelar Tarhib Ramadhan, Hadirkan Tokoh Nasional Dr H Din Syamsuddin
Memperkuat Barisan, Dony Ahmad Munir Resmi Gabung Gerindra: Semangat ‘Prabowo Dua Periode’ Menggema di Sumedang
Kembangkan Alat Pengolah Sampah, Prabowo Ingin Semua Desa hingga Ibu Kota RI Bersih