ragam

Bali Ndeso Mbangun Ndeso, Kisah Akhmad Sobirin Jadi Agen Perubahan di Tanah Kelahiran Lewat Manisnya Gula Semut, Kini Mendunia 

Minggu, 10 November 2024 | 23:28 WIB
Kisah Akhmad Sobirin yang memilih pulang kampung untuk membangun Desa Semedo lewat manisnya gula semut. (Instagram @semedo_manise)

Kebutuhan akan gula semut terus meningkat seiring bertambahnya anggota dalam kelompok tani Manggar Jaya yang kini merambah desa tetangga. 

Permintaan pasar terhadap produk gula semut juga semakin tinggi.

Selain pasar lokal, pemasaran gula semut juga sudah merambah pasar internasional. 

Baca Juga: 3 Air Terjun di Banyumas Ini Cocok Banget Buat Healing, Akhir Pekan Ini Merapat Yuk!

Bahkan 98 persen di antaranya diekspor ke Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa. 

Dalam proses produksi, gula semut dari ratusan petani yang tergabung dalam kelompok tani Manggar Jaya lalu diserahkan ke rumah produksi milik Sobirin. 

Di rumah produksi inilah gula semut diproses kembali sampai memenuhi standar ekspor.

Beberapa karyawan yang terdiri dari ibu-ibu warga setempat dengan cermat melakukan penyortiran untuk memastikan hanya butiran gula semut berkualitas yang dikemas. 

Setelah melewati proses penyortiran selanjutnya gula semut dikemas dalam plastik curah dan ada juga yang dikemas dalam plastik kedap udara dengan merek "Semedo Manise". 

Mereka juga berinovasi dengan membuat produk turunan gula semut dalam berbagai varian rasa seperti jahe, kencur, kunyit, temulawak, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: UNIK! Kolam Renang di Banyumas Ini Berada di Dalam Mall, Bisa Rekreasi Sambil Belanja, HTM-nya Rp30 Ribu 

Sukses Meraih Penghargaan Apresiasi SATU Indonesia Awards 

Berkat kegigihannya dalam memberdayakan gula semut di Semedo, Akhmad Sobirin mendapatkan penghargaan Apresiasi SATU Indonesia Awards di tahun 2016. 

Penghargaan tersebut diterima Sobirin dalam bidang kewirausahaan. 

Ini menjadi bukti bahwa ikhtiarnya memberdayakan gula semut di Semedo melalui kewirausahaan layak diteladani. 

Halaman:

Tags

Terkini