ragam

Bali Ndeso Mbangun Ndeso, Kisah Akhmad Sobirin Jadi Agen Perubahan di Tanah Kelahiran Lewat Manisnya Gula Semut, Kini Mendunia 

Minggu, 10 November 2024 | 23:28 WIB
Kisah Akhmad Sobirin yang memilih pulang kampung untuk membangun Desa Semedo lewat manisnya gula semut. (Instagram @semedo_manise)

Perjuangan Akhmad Sobirin Berbuah Manis Semanis Gula Semut

Warga desa Semedo Banyumas. (YouTube SATU Indonesia)

Setelah melewati perjalanan yang panjang, Akhmad Sobirin akhirnya berhasil meyakinkan warga Desa Semedo. 

Semedo yang sudah puluhan tahun berdetak dari gula cetak, mulai menjajal dan beralih memproduksi gula semut. 

Baca Juga: Di Banyumas Ada Tempat Wisata Mirip New Zealand, HTM-nya Rp25 Ribu Bisa Kasih Makan Hewan

Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Manggar Jaya, Sobirin mencoba memberdayakan petani penderes di sana. 

Terbentuknya kelompok tani ini pula lah yang menjadi awal langkah produksi gula semut di Desa Semedo dan membawa perubahan besar pada desa ini. 

Perlahan tapi pasti, perajin gula cetak yang awalnya pesimis, mulai tergerak untuk mencoba mengubah produksi mereka menjadi gula semut. 

Pendapatan warga pun meningkat seiring dengan kenaikan harga jual gula kelapa yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.

Baca Juga: 2 Rekomendasi Tempat Camping di Banyumas, Alternatif Liburan Akhir Pekan Bersama Keluarga, Cek Lokasi dan Harga Tiketnya

Sebelum terbentuk kelompok tani Manggar Jaya di tahun 2012, harga jual gula kelapa berada di harga Rp5 ribu per kilogram.

Kemudian dengan terbentuknya kelompok tani Manggar Jaya waktu itu sudah bisa berada di harga Rp10 ribu. 

Lalu di tahun 2016 dihargai Rp20 ribu per kilogram. 

Gula Semut Mendunia

Gula semut Semedo Manise (Instagram @semedo_manise)

Halaman:

Tags

Terkini