Dialah Akhmad Sobirin, pemuda Desa Semedo yang berhasil mengangkat derajat warga lewat gula semut.
Kisahnya berawal pada 2012 saat Akhmad Sobirin memutuskan pulang kampung untuk mbangun ndeso.
Ya, tekad kepulangannya ke Semedo tak main-main.
Pria lulusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) ini membawa harapan besar pada tanah kelahirannya.
Sobirin, sapaan akrabnya, melihat adanya potensi besar dari usaha gula semut dan ingin memperkenalkannya kepada warga desa setempat.
Baca Juga: Resep Tempe Mendoan Rumahan Gurih Krispi, Ngalahin Masakan Khas Banyumas
"Di tahun 2012 saya memutuskan pulang ke kampung. Di saat itu juga memang sudah mulai booming produksi gula semut dan permintaan ekspor," ujar Akhmad Sobirin, dikutip Portaloka.id dari kanal YouTube SATU Indonesia, Sabtu, 9 November 2024.
"Nah pada waktu itu selain pulang kampung, kita juga kenalkan (gula semut) sekalian. Mereka produksi dari satu petani ke petani yang lain dan akhirnya sampai sekarang," imbuhnya.
Jatuh Bangun Memperkenalkan Gula Semut
Selalu ada proses dalam sebuah keberhasilan, begitu pula yang ditempuh Akhmad Sobirin dalam memperkenalkan gula semut kepada masyarakat desa setempat.
Tentu saja jalan yang dihadapi Akhmad Sobirin tidak selalu mulus.
Baca Juga: 3 Air Terjun di Banyumas Ini Cocok Banget Buat Healing, Akhir Pekan Ini Merapat Yuk!
Ada banyak kendala yang dihadapi Sobirin, namun berhasil ia atasi.
Bukan dari faktor eksternal, tantangan pertama justru datang dari para petani.