CIAMIS, PORTALOKA.ID - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis melebarkan sayap hingga mancanegara.
STIKes Muhammadiyah Ciamis kembali memperkuat jejaring internasionalnya dengan menggelar Kuliah Pakar di Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 21 Oktober 2024. Kuliah ini dikuti oleh mahasiswa dan dosen dari kedua institusi tersebut.
Adapun yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut yaitu Pimpinan dan Dosen STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, SKM., MM, Atun Farihatun, SKM, M.KM, Apt. Nia Kurniasih, M.Sc., Apt., Nurhidayati Harun, M.Farm, Apt. Marlina Indriastuti, M.Sc, dan Doni Setiawan,S.Si.,M.Biotek.
Acara Kuliah Pakar ini bertujuan untuk memberikan wawasan global kepada mahasiswa dalam bidang kesehatan, khususnya terkait tren dan inovasi terbaru di dunia medis.
Melalui kolaborasi ini, STIKes Muhammadiyah Ciamis berharap dapat meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja di era globalisasi.
"Ini merupakan salah satu implementasi dari MoA antara STIKes Muhammadiyah Ciamis dan UiTM Malaysia, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik serta memperkaya wawasan mahasiswa di bidang farmasi dan teknologi laboratorium medis," ungkap Nur Hidayat.
Sesi kuliah ini dipimpin oleh dosen tamu dari STIKES Muhammadiyah Ciamis dan UiTM, yang menyampaikan materi mengenai teknologi kesehatan terkini, tantangan dalam pelayanan kesehatan di era digital, serta implementasi sistem kesehatan berbasis masyarakat.
Diakui Nur Hidayat, kerja sama ini merupakan bagian dari strategi institusi untuk memperluas jaringan akademik dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menyiapkan mahasiswa tidak hanya untuk kompetisi di tingkat lokal, tapi juga taraf internasional,” jelasnya.
Sementara itu, pihak UiTM menyambut baik kehadiran STIKES Muhammadiyah Ciamis dan mengapresiasi kolaborasinya.
“Kami sangat senang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mitra kami dari Indonesia. Ini adalah langkah awal untuk kerja sama yang lebih luas di masa mendatang,” ujar salah satu perwakilan-perwakilan Kolaborasi Beda Agama.