Ia datang bersama saudaranya yang berasal dari Medan.
"Kebetulan ada saudara dari Medan. Penasaran pengen lihat," ujarnya.
Saking antusiasnya, ia dan saudaranya rela menunggu 3 jam lamanya di Masjid Agung Solo.
"Mau ngalap berkah," imbuhnya.
Kembar mengaku sedikit kecewa sebab ia dan saudaranya sudah menunggu lama di dalam Masjid Agung, tetapi rupanya gunungan justru langsung menjadi rebutan sebelum didoakan di masjid.
Warga lainnya yang biasa dipanggil Mbah Pani (64) mengaku tak pernah absen menyaksikan Grebeg Maulud Keraton Solo.
"Dari kecil sudah lihat muludan, dari umur 6 tahun."
"Setiap tahun lihat gunungan," ujar Mbah Pani, warga asal Weru, Sukoharjo.
Ia mengaku saat kecil sering diajak orangtuanya melihat Gunungan dan Sekaten.
Baca Juga: Rute Kirab Gunungan Festival Candi Kembar Desa Wisata Bugisan Prambanan Klaten, Digelar Siang Ini!
Dulu, kata Mbah Pani, ia kerap diajak membeli bunga agar awet muda.
Dan kini ia ditemani anaknya kembali menyaksikan langsung gunungan di Masjid Agung.