Grebeg Maulud sendiri merupakan tradisi turun temurun di Keraton Solo.
Puncak kegiatan Sekaten ini digelar dalam rangka peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan Grebeg Maulud pada 9 September 2024.
Baca Juga: Terungkap Identitas Mahasiswi UMS Asal Manokwari yang Kecelakaan di Jalan Solo - Jogja Klaten
Lalu dibunyikannya Gamelan Sekati KK Guntur Madu di bangsal selatan dan KK Guntur Sari di bangsal utara Masjid Agung.
Gamelan tersebut dimainkan sejak 9 sampai 15 September 2024.
Kemudian puncaknya ditandai dengan kirab gunungan yang digelar 16 September 2024.
Ada dua jenis gunungan yang diarak yakni gunungan jaler yang menggambarkan laki-laki dan gunungan estri atau istri.
Baca Juga: Singgah di Stasiun Solo Balapan? Ini Deretan Hotel Murah dengan Tarif Rp200 Ribuan
Gunungan jaler berisi sayur-sayuran mentah, mulai dari kacang panjang, cabai, terong, wortel, dan lain sebagainya.
Artinya, seorang suami mengupayakan mencari kebutuhan keluarga seperti bekerja.
Sementara gunungan estri atau istri berisi makanan siap saji.
Hal ini dimaksudnya agar istri mampu menerima penghasilan dari suami.
***
Artikel Terkait
4 Hotel Murah di Kuningan, Harga di Bawah Rp500 Ribu, Fasilitas Lengkap
Nikmatnya Ngopi Pagi Ditemani Pie Tape Singkong, Legit Renyah Enak Banget, Intip Resepnya
Resep Otak Otak Ikan Tenggiri, Camilan Favorit Anak dan Suami, Sajikan Ini Bareng Saus Kacang Dijamin Langsung Ludes
Resep Brokoli Cah Bakso untuk Makan Siang Anak setelah Pulang Sekolah, Rasanya Enak Dijamin si Kecil Lahap
Resep Ayam Goreng Saus Keju Solusi untuk Anak yang Lagi Mogok Makan, Dijamin Pasti Suka dan Lahap, Cara Bikinnya Gampang Banget
Rekrutmen KPPS Pilkada 2024 Sudah Dibuka! Ini Syarat dan Jadwal Pendaftaran, Lulusan SMA Bisa Daftar