ragam

Kisah Wagiyem Penjual Bubur Warga Ceper Rumahnya Dibedah Komunitas Info Cegatan Klaten ICK, Kini Tak Perlu Ngungsi ke Tentangga saat Hujan

Senin, 16 September 2024 | 12:53 WIB
Rumah kuno milik Wagiyem, telah disulap oleh Komunitas Info Cegatan Klaten atau ICK, Minggu, 15 September 2024. (Istimewa/Portaloka.id)

Warga sekitar juga antusias dengan rumah baru Wagiyen yang sudah layak huni. (Istimewa/Portaloka.id)

Sebelumnya, rumah Wagiyem kondisiya sangat parah.

Bahkan, Wagiyem dan anaknya tidak berani untuk menempati rumahnya saat turun hujan.

Baca Juga: Bos Angkringan yang Beri Kopi Lalu Gondol Honda CRF dan HP Milik Pria di Klaten Ternyata KTP-nya Editan

"Kalau hujan mengungsi ke tetangga, atap bocor semua."

"Rumah itu kalau hujan banjir, air itu masuk, lantai rumah penuh air."

"Lantai terbuat semen, kondisi tembok juga sangat parah, miring."

"Tembok rumah itu perekat batu bata hanya dari ledok atau tanah liat," tutur Triyandra Saputra.

Baca Juga: Outbond Asik Konsep Permainan Tempo Dulu di Kampung Dolanan Sidowayah Klaten, Nostalgia Mengenang Masa Lalu

Melihat kondisi rumah yang sangat parah, para relawan mulai mencicil merenovasi pada Kamis, 12 September 2024.

"Biasanya proses renovasi itu 1 hari langsung selesai."

Komunitas Info Cegatan Klaten (ICK) melakukan aksi sosial beda rumah warga tidak layak huni menjadi layak huni milik Wagiyem, warga Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Wulan KP)

"Harus nyicil dulu untuk memperkuat tembok, memperkuat pondasi," ucap Triyandra Saputra.

"Dicicil karena kondisi tembok cukup mengkhawatirkan, naik ke atap juga enggak berani karena di atas sudah sangat lapuk," tambahnya.

Baca Juga: Kisah Kuli Bangunan di Prambanan, Klaten Ketiban Rejeki Nomplok, Rumah Gedeknya Disulap jadi Layak Huni, Kini Diatasnamakan Anaknya

Halaman:

Tags

Terkini