Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Wagiyem Penjual Bubur Warga Ceper Rumahnya Dibedah Komunitas Info Cegatan Klaten ICK, Kini Tak Perlu Ngungsi ke Tentangga saat Hujan

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 16 September 2024 | 12:53 WIB
Rumah kuno milik Wagiyem, telah disulap oleh Komunitas Info Cegatan Klaten atau ICK, Minggu, 15 September 2024. (Istimewa/Portaloka.id)
Rumah kuno milik Wagiyem, telah disulap oleh Komunitas Info Cegatan Klaten atau ICK, Minggu, 15 September 2024. (Istimewa/Portaloka.id)

Baca Juga: Surganya Jajan! Loka Batari Klaten Wisata Kuliner Tradisional Bayarnya Pakai Koin Gerabah Bonus View Cantik Gunung Merapi

Bubur itu kemudian dititipkan pada teman-temannya untuk dijual lagi seharga Rp 2.500.

"Pendapatan yang enggak pasti, kadang Rp 100 ribu itu kotor, kalau bersihnya ya paling Rp 20 ribu, kadang cuma dapat Rp 15 ribu, pernah juga dapat Rp 10 ribu," ucapnya.

"Satu orang paling cuma bawa 4 bungkus, 5 bungkus saja, kalau enggak laku ya kembali ke saya," tuturnya.

Wagiyem berharap, setelah rumahnya dibedah menjadi layak huni, ia dan anaknya bisa hidup lebih nyaman.

Baca Juga: Ribuan Orang Datangi Objek Wisata Mata Air Siblarak, Klaten saat Libur Panjang Momen Maulid Nabi 2024

Selain itu, Wagiyem juga berharap jualan bubur lemu bisa lebih laku sehingga penghasilannya lebih meningkat.

Proses renovasi rumah Wagiyem membutuhkan waktu 4 hari, terhitung sejak Kamis, 12 September 2024. (Istimewa/Portaloka.id)

Sementara itu, Sekretaris ICK, Triyandra Saputra mengatakan selama proses renovasi rumah, Wagiyem dan anaknya diinapkaan di sebuah hotel di Klaten.

Wagiyem ditemani oleh anak dan satu orang tetangganya.

"Mulai dari Sabtu Ibu Wagiyem kami inapkan di hotel di klaten, selama prose pembedahan biar nyaman tidak merepotkan tetangga juga," katanya.

Baca Juga: Sosok Ketua Osis SMAN 1 Cawas Klaten yang Meninggal Tersetrum saat Ulang Tahun di Mata Teman-Teman

Proses renovasi rumah Wagiyem membutuhkan waktu 4 hari, terhitung sejak Kamis, 12 September 2024.

Renovasi rumah dikerjakan oleh para relawan yang berjumlah 200 orang.

"Kondiri rumah besar dan cukup permanen, jadi betul-betul dibuat sekuat mingkin, memang butuh waktu sedikit lebih lama."

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X