"Kalau hujan mengungsi ke tetangga, atap bocor semua."
"Rumah itu kalau hujan banjir, air itu masuk, lantai rumah penuh air."
"Lantai terbuat semen, kondisi tembok juga sangat parah, miring."
"Tembok rumah itu perekat batu bata hanya dari ledok atau tanah liat," tutur Triyandra Saputra.
Selama proses renovasi, Wagiyem dan anaknya akan tinggal di rumah tetangga.
Kegiatan bedah rumah Wagiyen akan dilaksanakan pada Minggu, 15 September 2024 jam 07.00 WIB.
Namun, karena kondisi rumah yang sudah sangat parah, maka para relawan mulai mencicil merenovasi pada Kamis, 12 September 2024.
"Biasanya proses renovasi itu 1 hari langsung selesai."
"Ini nyicil dulu untuk memperkuat tembok, memperkuat pondasi," ucap Triyandra Saputra saat ditemui Tim Portaloka.id di lokasi, Kamis siang, 12 September 2024.
"Dicicil karena kondisi tembok cukup mengkhawatirkan, naik ke atap juga enggak berani karena di atas sudah sangat lapuk," tambahnya.
Sementara, untuk dana yang digunakan untuk pelaksanaan bedah rumah berasal dari relawan, swadana hingga open donasi di media sosial.
Dana yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah Wagiyem yakni sebesar Rp 40 juta.