ragam

Komunitas Info Cegatan Klaten ICK Bedah Rumah Milik Wagiyem Penjual Bubur Lemu Warga Ceper, Open Donasi Masih Dibuka

Jumat, 13 September 2024 | 13:40 WIB
Komunitas Info Cegatan Klaten (ICK) melakukan aksi sosial beda rumah warga tidak layak huni menjadi layak huni milik Wagiyem, warga Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Wulan KP)

PORTALOKA.ID - Komunitas Info Cegatan Klaten (ICK) melakukan aksi sosial bedah rumah warga tidak layak huni menjadi layak huni.

Rumah yang akan dibedah adalah milik Wagiyem, warga Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Ketua ICK, Haryanto Putra Daya, melalui sekretaris ICK, Triyandra Saputra mengatakan kegiatan bedah rumah ini merupakan salah satu visi misi ICK dalam hal sosial masyarakat.

Komusitas yang berdiri sejak tahun 2014 ini sudah 16 kali melakukan kegiatan bedah rumah.

Baca Juga: Polisi Periksa 3 Saksi Kasus Bos Angkringan Beri Kopi Lalu Gondol Honda CRF dan HP Milik Pria di Klaten

Bedah rumah warga pertama kali dilakukan oleh ICK pada tahun 2016.

"Kegiatan ini sempat berhenti karena Corona, sekarang mulai lagi."

"Kami keliling-keliling kemudian menemukan sebuah rumah yang akan dibedah, ya sudah langsung akan kami eksekusi," kata Triyandra Saputra.

"Kami mencari informasi dahulu dari warga sekitar sampai kantor kelurahan juga, ya rumah Ibu Wagiyem ini masuk keriteria," tambahnya.

Baca Juga: Unik! Tumbuh Tak Lazim, Pohon Pisang Kepok di Ceper, Klaten Berbuah di Tengah Batang, Diperkirakan Berusia 7 Bulan

Triyandra Saputra mengungkapkan ada 2 keriteria yang jadi syarat, yakni kondisi ekonomi pemilik rumah yang kurang mampu untuk melakukan renovasi serta tanah untuk mendirikan bangunan adalah lahan milik pribadi.

Triyandra Saputra menceritakan, rumah penjual bubur lemu itu kondisiya sangat parah.

Komunitas Info Cegatan Klaten (ICK) melakukan aksi sosial beda rumah warga tidak layak huni menjadi layak huni milik Wagiyem, warga Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/Wulan KP)

Saat turun hujan, Wagiyem dan anaknya tidak berani untuk menempati rumahnya.

Halaman:

Tags

Terkini