ragam

Kemeriahan Festival Gejog Lesung Kabupaten Klaten 2024 di Cawas, Bermusik Pakai Alat Penumbuk Padi dari Kayu yang Harus Dilestarikan

Minggu, 25 Agustus 2024 | 06:05 WIB
Acara Festival Gejog Lesung tingkat Kabupaten Klaten 2024 berjalan meriah. (Portaloka.id/Istimewa)

"Harapan kita bisa melestarikan budaya lokal yang diluhung."

"Bisa mengembangan dan tentu sebagai potensi destinasi wisata yang menjadi daya tarik kaitannya dengan roda perokonomian masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Akbar mengaku senang dan puas bisa tampil membawakan musik gejog lesung.

Ia juga merasa bangga karena bisa ikut melestarikan kesenian tradisional agar tidak punah.

Baca Juga: Kronologi Mobil Toyota Rush Hangus Terbakar di Trucuk, Klaten, Selesai Antar Nenek dari Rumah Sakit

"Turut bangga, karena gejog lesung itu icon Desa Barepan, agar bisa lebih berkembang dan maju."

"Menariknya ini kayu bisa bermacam-macam suara seperti kentongan dan suaranya unik."

"Awalnya kalau dibilang sulit ya sulit, kalau tidak ya tidak, kalau sudah niat belajar mau bisa pasti bisa memainkan," ucapnya.

Diketahui, pada zaman dahulu, masyarakat sering menggunakan gejog lesung untuk menumbuk padi jadi beras.

Baca Juga: Panggilan untuk Pemilik Nama Agus! Gratis Renang di Umbul Besuki Klaten, Promo Kemerdekaan Indonesia, Gas Banter Ayo Ciblon Lur!

Setelah menumbuk padi, biasanya warga memukulkan kayu pada lesung hingga mengeluarkan musik sebagai pelepas lelah.

Seiring perkembangan zaman, menumbuk padi memakai gejog lesung mulai ditinggalkan karena berganti dengan mesin modern.

Namun, kesenian memainkan musik gejog lesung masih dilestarikan hingga saat ini. ***

Halaman:

Tags

Terkini