"Karena sudah banyak yang lupa, kebetulan gejog lesung ini jadi icon Kecamatan Cawas, khususnya Desa Barepan dan sudah HAKI dari Kemenkumham RI."
"Dalam gejog lesung ada filosofi yang harus kita ambil, nuansa kebersamaan, nuansa seni, kemudian juga semangat dan kerja keras para petani."
"Selain itu tentunya juga cinta tanah air dan bangsa dalam melestarikan budaya adiluhung," katanya.
Moh. Prihadi menjelaskan peserta Festival Gejog Lesung terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak.
Namun, ada juga kelompok yang menampilan anak muda.
"Usia ada yang tua, muda, anak-anak juga ada."
"Tapi harapan kami sebenarnya yang anak-anak, karena ini sebagai bagian dari kaderisasi dan regenerasi yang kita lakukan terus menerus," tambahnya.
Kriteria penilaian peserta ada 5, di antaranya kekompakan, kostum, hingga harmonisasi.
Moh. Prihadi berharap, dengan adanya Festival Gejog Lesung ini bisa melestarikan budaya lokal.
Selain itu juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.