"Arwah-arwah yang terpasung di alam gaib ini tak bisa pulang ke alam ruh," lanjut Mama Rohel.
"Kenapa bisa begitu bah," tanya Asep santri jadzab.
Baca Juga: Ngopi Sufi: Mama Rohel Bicara Kotak Kosong
"Tempat ini menjadi angker dan menakutkan karena penuh dengan kisah kematian tidak wajar, jiwa-jiwa meronta dan menangis. Mereka menjadi korban kerakusan nafsu orang yang haus kekayaan dan kekuasaan. Mereka ditumbalkan ke alam kotak kosong oleh para penyembah kegelapan yang kosong iman," ujar Mama Rohel.
Obrolan Mama Rohel membuat bulu kuduk berdiri. Tanpa terasa sareupna pun datang, senja berganti malam.
Gelap mulai menyapa dan makhluk siluman bergelayutan di pohon Angsana. Pohon yang berusia ratusan tahun itu menjadi rumah jurig.
Ada suara tertawa dan tangisan sedih. Di pohon ini dua sejoli yang cintanya tidak disetujui orang tuanya, memilih bunuh diri.***
Penulis adalah sifat cucu Buya Ahmad Bakri, Cerpenis Sunda Legendaris.
Artikel Terkait
Ngopi Sufi: Mama Rohel Marah-Marah
Ngopi Sufi: Mama Rohel Protes Punggawa Adipati
Kecelakaan Yamaha Aerox vs Honda Scoopy di Juwiring, Klaten, Motor Dikendarai Siswi SMP, 2 Korban Tak Sadarkan Diri
2 ABG Asal Kota Batu Jawa Timur Nekat Maling Motor di Sidoharjo Wonogiri, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi
Kecelakaan Karambol 3 Truk di Sedayu Bantul Yogyakarta, 2 Korban Meninggal Dunia, 3 Terluka
Para Calon Wamen Kabinet Prabowo-Gibran Sebut Prabowo Ingin Anggota Kabinetnya Ramah dan Komunikatif ke Media
Beda dengan Instansi Lain, Ini Aturan Berpakaian Peserta Tes SKD CPNS Kemenag 2024, Beberapa Barang Ini Jangan Dibawa