Kamis, 4 Juni 2026

Ngopi Sufi Part 5: Mama Rohel Seba ke Negeri Arwah Wangsadikrama

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:30 WIB
Ilustrasi - Cerita Mama Rohel bertemu arwah kotak kosong (Freepik/freepik)
Ilustrasi - Cerita Mama Rohel bertemu arwah kotak kosong (Freepik/freepik)

Oleh: Bang Sufi


PORTALOKA.ID - Senja kemarin terasa mencekam. Tak seperti biasanya Mama Rohel sore itu tak lagi memikirkan Pilkada, dia sono ke muridnya di negeri Brama Kumbara Cipaku.

Sebagai guru yang mukasyafah, Mama Rohel juga punya santri laduni yang bisa tembus hingga alam barzakh.

Ditemani empat santri seniornya, Mama Rohel napak Sancang hingga ke negeri arwah Wangsadikrama. Kedatangan Mama Rohel ke sini masih ada kaitan dengan para penyembah kekosongan.

Pada tahun 1700 M di komplek Wangsadikrama banyak makam yang kosong, karena arwah dan jasadnya dibawa jurig pesugihan.

Baca Juga: Sukses Menavigasi Transformasi BRI, Direktur Utama BRI Sunarso Dinobatkan Sebagai CEO of The Year dalam Ajang Bergengsi detikcom Awards 2024

Di pusara Makam Keramat Eyang Wangsadikrama, Mama Rohel melafalkan zikir Samawi yang tembus hingga arwah bahkan ke alam barzakh.

"Allahu.. Allohu..hu hu hu" zikir Samawi dilantunkan secara keras diikuti empat santrinya, Asep, Amir, Wawan dan Nana.

Seketika alam bergetar dan ribuan arwah bergentanyan mengelilingi Mama Rohel. Ada yang kaki saja dan ada yang tanpa kepala. Mereka bergelayutan sambil meminta disempurnakan.

Untuk keamanan santrinya dari kesurupan, Mama Rohel mambacakan Hizib Barqi, dan Braaaakk suara petir menyambar arwah-arwah kosong, jiwa-jiwa yang ditolak bumi dan jiwa yang kosong tanpa iman langsung blingsatan.

Baca Juga: Ngopi Sufi Part 4: Mama Rohel Kedatangan Utusan Kotak Kosong

"Kalian tahu arwah siapa yang hadir barusan?" tanya Mama Rohel membuka obrolan agar santrinya tidak tegang.

"Belum tahu bah," jawab Nana santri senior di Cipaku.

"Menurut sejarah, Eyang Wangsadikrama itu penyebar Islam yang hidup pada tahun 1700 M, tapi di sekitar makam Eyang Wangsadikrama ada ratusan makam kotak kosong yang tidak sempurna imannya. Di sini banyak tumbal-tumbal pesugihan dikubur bersama, yang korban dan orang yang menumbalkan sama-sama dikuburkan di sini," ujar Mama Rohel.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X