Baca Juga: Pertama Dalam Sejarah Kabupaten Ciamis Pilkada Melawan Kotak Kosong
Rd. Agus Gunawan Cakradinata, pemangku adat, juga menjelaskan, upacara Nyangku telah berlangsung sejak zaman Kerajaan Panjalu.
“Setiap tahun, masyarakat setempat dengan antusias menggelar upacara ini sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap pusaka yang telah menjadi bagian dari sejarah kami,” jelasnya.
Benda-benda pusaka yang disucikan dalam upacara ini meliputi pedang Zulfikar, keris komando, kujang, serta benda pusaka lainnya.
Upacara ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga terhadap budaya daerah sendiri sebagai bagian dari budaya nasional.
Dengan semangat pelestarian budaya yang kuat, upacara Nyangku diharapkan dapat terus menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Panjalu dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga warisan budaya.***
Artikel Terkait
Pasutri Terciduk Pesta Sabu di Bantul Yogyakarta, Salah Satunya Pengedar dan Terancam 12 Tahun Penjara
Resep Tahu Kriwil Ekonomis, Rasanya Enak Gurih Krispi dan Murah-meriah Ramah di Kantong
Resep Ayam Goreng Bawang Putih, Rasanya Enak Gurih dan Bikin Nagih
Resep Kue Bandros, Jajanan Pasar yang Lembut dan Gurih, Cocok Jadi Teman Ngopi di Pagi Hari
Kronologi Mobil Toyota Fortuner yang Ditumpangi Kapolres Boyolali Kecelakaan di Tol Batang, Sopir dan Ajudan Meninggal
4 Fakta Mobil Kapolres Boyolali Kecelakaan di Tol Batang, Kronologi hingga Kondisi Korban
Ninja Seruduk Pejalan Kaki di Bantul Yogyakarta, Dua Korban Luka, Salah Satunya Cidera Berat Bagian Kepala
Ide Menu Masakan Ayam agar Tidak Bosan, Ayam Koloke dengan Saus Asam Manis Merah, Intip Resep Masakannya di Sini
Sapi Limousin Mengamuk Lepas dari Kandang Tercebur Sumur Sedalam 7 Meter di Manisrenggo, Klaten, Begini Kondisinya saat Diselamatkan oleh Damkar
Cara Membuat Pepes Gurame Paling Simpel dan Praktis, Cocok untuk Menu Spesial di Meja Makan