PORTALOKA.ID - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir tak mau ada intrik di tubuh PSSI.
Ia pun kemudian melakukan bersih-bersih di tubuh PSSI.
Salah satunya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK kepada 43 karyawan PSSI pada akhir Agustus 2024.
Karyawan yang terkena PHK adalah yang bertugas di bidang media dan teknik.
"Saya tak mau dengan adanya intrik sebelumnya, di mana asset PSSI dikelola pribadi, kemudian ada juga kegiatan yang ada cashback, itu semua ditemukan dalam audit," ucapnya, dikutip dari laman PSSI.
"Kita mau melakukan perbaikan secara menyeluruh, sekarang jantungnya PSSI, seluruh stakeholder sepakbola ingin sepakbola bersih dan prestasi."
"Tak mau polemik, kita akan jalan terus," tuturnya, Selasa, 3 September 2024.
Erick Thohir mengklaim, PHK karyawan bukan sebuah bentuk arogansi.
PHK itu diklaim sebagai bagian dari komitmen melakukan bersih-bersih di sepak bola.
"Dalam melepas sejumlah pegawai PSSI bukan bentuk arogansi."
"Kita bawa perusahaan HR dan melakukan assessment melakukan interview satu-satu, sekjen ketemu pegawai," katanya.
Erick Thohir mengaku akan terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan untuk sepak bola Indonesia.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Masuk di Grup C, Begini Reaksi Ketum PSSI Erick Thoir soal Hasil Drawing Kualifikasi Putaran Ketiga Piala Dunia 2026 Zona Asia
PSSI Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong di Timnas Indonesia hingga 2027, Erick Thohir: Kinerjanya Memberi Dampak Positif
Laga Indonesia VS Australia Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Direncanakan Digelar di SUGBK, PSSI Ungkap Alasannya
Ketum PSSI Erick Thohir Sebut Hasil Timnas Indonesia U-20 vs Argentina Kemenangan Bersejarah: Luar Biasa Perjuangan Para Pemain
PSSI PHK 43 Karyawan, Erick Thohir Sebut Bukan Bentuk Arogansi: PSSI Jantungnya Sepak Bola, Harus Perbaiki