PORTALOKA.ID - Roti Aoka baru-baru ini viral dituding mengandung bahan berbahaya.
Roti Aoka dikenal masyarakat dengan varian roti panggangnya yang memiliki banyak rasa.
Selain itu ada varian sandwich dan burger bun, yang semuanya menjadi favorit masyarakat.
Banyak kalangan konsumen yang menyukai Roti Aoka, karena selain rasanya enak, harganya juga ramah di kantong, mulai Rp2 ribuan saja.
Baca Juga: Viral Roti Aoka Dituding Menggunakan Bahan Berbahaya, Ini Penjelasan Manajemen
Namun, saat produk roti ini digandrungi banyak orang, Roti Aoka justru diterpa isu miring.
Roti yang diproduksi PT Indonesia Bakery Family (IBF) tersebut disebut mengandung bahan kosmetik sodium dehydroacetate sebagai pengawet.
Namun kabar tersebut dibantah oleh PT IBF.
PT IBF secara tegas membantah produk rotinya mengandung bahan berbahaya.
Baca Juga: Cara Membuat Cake Viral ala BCL yang Lembut dan Nyoklat Banget, Yuk Bikin Buat Acara Ulang Tahun
PT IBF memastikan pemberitaan berdasarkan hasil uji lab PT SGS Indonesia yang menyebutkan Roti Aoka terdeteksi mengandung sodium dehydroacetate tidak benar.
Pihaknya juga menegaskan jika produk rotinya sudah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sudah tersertifikasi halal MUI.
Terlepas dari kabar miring tersebut, nyatanya Roti Aoka memiliki banyak varian rasa yang bisa dipilih konsumen.
Ingin tahu varian rasa apa saja dari Roti Aoka? Berikut daftarnya:
Artikel Terkait
Pecinta Pedas Wajib Recook! Resep Ayam Chili Padi yang Pedasnya Nampol, Nasi Sebakul Langsung Ludes
Tak Hanya Paksu yang Suka, Anak-anak Juga Doyan Bun! Resep Cah Brokoli, Makanan Bergizi yang Sangat Mudah untuk Dibuat
Dijamin Anak-anak Ketagihan! Resep Susu Goreng yang Enak Cara Bikinnya Gampang Enggak Pakai Lama, Cocok untuk Camilan saat Ada Teman Datang ke Rumah
Resep Cake Almond Gula Merah Gluten Free, Lebih Sehat tapi Mantul Rasanya, Lembut dan Wanginya Senagih Itu
Ide Bekal Anak ke Sekolah, Tortilla Egg Wrap, Bikinnya Gampang, Enak dan Crunchy, Si Kecil Pasti Suka
Viral Roti Aoka Dituding Menggunakan Bahan Berbahaya, Ini Penjelasan Manajemen