Minggu, 19 Juli 2026

Akhir-akhir Ini Udara Terasa Lebih Dingin dan Bikin Menggigil, Begini Penjelasan BMKG

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 22:10 WIB
ILUSTRASI Udara dingin. Fenomena suhu dingin menjelang puncak musim kemarau disebabkan oleh Angin Monsun Australia. (Freepik/gratispik)
ILUSTRASI Udara dingin. Fenomena suhu dingin menjelang puncak musim kemarau disebabkan oleh Angin Monsun Australia. (Freepik/gratispik)

Baca Juga: Enggak Perlu Panik Bun! Steak Tempe Dengan Saus Lada Hitam Bisa Jadi Sajian Spesial untuk Kakak Ipar yang Datang ke Rumah, Cek Resepya di Sini!

Angin dominan dari arah timur hingga tenggara membawa massa udara kering dan dingin dari daratan Australia ke Indonesia sehingga kurang mendukung proses pertumbuhan awan, ujar Guswanto di Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2024.

Guswanto menyebut, hal tersebut menyebabkan langit menjadi cerah sepanjang hari.

Kurangnya tutupan awan pada malam hari menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi terpancar ke atmosfer tanpa ada hambatan, mengakibatkan penurunan suhu yang signifikan.

Selain itu, angin yang tenang di malam hari menghambat pencampuran udara, sehingga udara dingin terperangkap di permukaan bumi.

Baca Juga: Seharian 'Keliling Dunia' Cuma Rp 35 Ribu di Merapi Park Yogyakarta, Lokasi Kids Friendly, Bisa Main Jemparingan hingga Naik Kuda

"Daerah dataran tinggi atau pegunungan cenderung lebih dingin karena tekanan udara dan kelembaban yang lebih rendah," imbuhnya.

Dalam satu pekan ke depan, cuaca cerah - berawan diprakirakan masih akan mendominasi wilayah Indonesia khususnya bagian selatan.

Meskipun demikian, potensi hujan dengan intensitas signifikan masih dapat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan. ***

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X