Angin dominan dari arah timur hingga tenggara membawa massa udara kering dan dingin dari daratan Australia ke Indonesia sehingga kurang mendukung proses pertumbuhan awan, ujar Guswanto di Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2024.
Guswanto menyebut, hal tersebut menyebabkan langit menjadi cerah sepanjang hari.
Kurangnya tutupan awan pada malam hari menyebabkan radiasi panas dari permukaan bumi terpancar ke atmosfer tanpa ada hambatan, mengakibatkan penurunan suhu yang signifikan.
Selain itu, angin yang tenang di malam hari menghambat pencampuran udara, sehingga udara dingin terperangkap di permukaan bumi.
"Daerah dataran tinggi atau pegunungan cenderung lebih dingin karena tekanan udara dan kelembaban yang lebih rendah," imbuhnya.
Dalam satu pekan ke depan, cuaca cerah - berawan diprakirakan masih akan mendominasi wilayah Indonesia khususnya bagian selatan.
Meskipun demikian, potensi hujan dengan intensitas signifikan masih dapat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan. ***
Artikel Terkait
Punya Stok Daging Ayam di Kulkas? Yuk Ayam Goreng Mentega untuk Menu Sarapan Bareng Anak dan Suami di Rumah
Hari Minggu Saatnya Masak-masak! Yuk BIkin Nasi Bakar Cumi Asin untuk Makan Siang yang Enak, Gurih, Pedasnya Nampol, Cek Resepnya
Hari Minggu Tiba! Yuk BIkin Pizza Teflon untuk Camilan Nonton Film Bareng Suami di Rumah, Cek Resepnya di Sini!
Ide Hadiah Pemanang Lomba HUT ke-79 RI Tahun 2024 Harga Rp 10 Ribuan yang Cocok untuk Semua Umur
Rute, HTM, Fasilitas dan Jam Operasional The World Landmarks Merapi Park Yogyakarta, Bisa Berenang hingga Berinterasi dengan Kelinci dan Kucing