Profesi apapun menawarkan iklan "negosiasi bawah tangan" sebab keterbukaan dan transparan itu momok yang menakutkan.
Baca Juga: PPDI Kabupaten Ciamis Kecam Oknum Wartawan 'Intimidatif'
Kejujuran hanya di atas kertas dan pada aspek realita semua tergantung siapa yang bernegosiasi.
Wartawan itu seperti wasit yang independen tapi sering diajak bermain di lapangan. Malah kadang sulit independen karena terdesak kebutuhan dan eksistensi.
Para pemain opini di setiap profesi apapun menawarkan negosiasi, yang positif menghasilkan iklan dan advertorial. Jika di ruang gelap negosiasi akan menghasilkan nominal.
Pertanyaan berikutnya, ketika pemain opini publik tak mau negosiasi apapun, inilah awal malapetaka terjadi. Apalagi wasit menawarkan diri untuk negosiasi, maka terjadilah saling hajar karena tidak sepakat.
Sebenarnya ada banyak profesi yang dibungkus dengan kemuliaan, wibawa dan seragam keren, tapi celah "negosiasi" tetap ada tapi berwajah suci seperti malaikat.
Kali ini Kepala Desa Ibro masih aman, tapi belakangan juga viral beberapa kepala desa terkena kasus hukum.
Menurut Kejaksaan Agung, angka korupsi kepala desa cenderung naik. Beberapa kepala desa yang error juga berguguran di bantai pasal korupsi.
Apakah bisa digeneralisir bahwa semua kepala desa error? Tidak! Masih ada kepala desa yang baik dan jujur. Pun sama di profesi wartawan, masih ada yang setia menjaga marwah profesi.***
Artikel Terkait
Resep Soto Ayam Semarang Gurih Melegakan Tenggorokan, Cocok Jadi Menu Kala Hujan
Nggak Sempat Liburan ke Pulau Dewata? Obati Kangennya Dengan Resep Sayur Urap Bali
Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban PAI Kelas 8 Kurikulum Merdeka BAB 8 Halaman 212-215
Mulai 2026, Sekolah Bisa Ajukan Perbaikan Gratis Secara Online, Ini Link dan Dokumen Persyaratannya
Kisah Januari Yusuf Ibrahim, Mahasiswa Asal Garut Jual Gorengan Keliling Sambil Kuliah, Dapat Hadiah Wisuda dari Prabowo
Kumpulan Link Download Twibbon Hari Guru Nasional 2025 Terbaru, Desainnya Keren Bisa Buat Status IG atau WA