Kamis, 4 Juni 2026

Rekomendasi untuk Latihan Tes Kemampuan Akademik, Simak Kumpulan Soal TKA Antropologi SMA SMK dan MA Lengkap dengan Kunci Jawaban

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 18:56 WIB
Ilustrasi - Soal latihan TKA Antropologi lengkap dengan kunci jawaban (Freepik/jcomp)
Ilustrasi - Soal latihan TKA Antropologi lengkap dengan kunci jawaban (Freepik/jcomp)

Baca Juga: Kumpulan Soal Latihan TKA Sosiologi SMA SMK dan MA Beserta Kunci Jawaban, Siap Hadapi Tes Kemampuan Akademik

Contoh Soal TKA Antropologi SMA dan Kunci Jawaban

Berikut contoh soal TKA Antropologi jenjang SMA, SMK dan MA beserta kunci jawaban untuk latihan tes kemampuan akademik.

1. Seorang murid melakukan observasi terhadap komunitas adat yang masih melakukan ritual panen secara turun-temurun. Komunitas tersebut juga menolak teknologi pertanian modern karena dianggap mengganggu keseimbangan alam dan leluhur.

Manakah dari pernyataan berikut yang mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dasar Antropologi yang dapat diterapkan oleh murid tersebut?

Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan berikut!

A. Menghargai sistem kepercayaan komunitas sebagai bagian dari pandangan dunia mereka.

a. Tepat
b. Tidak tepat

B. Menilai bahwa komunitas tersebut bersifat tradisional karena tidak mengikuti kemajuan zaman.

a. Tepat
b. Tidak tepat

C. Menggunakan pendekatan holistik untuk memahami hubungan antara ritual dan sistem kepercayaan mereka.

a. Tepat
b. Tidak tepat

Baca Juga: AgenBRILink Dekatkan Akses Layanan Keuangan bagi Petani di Kabupaten Gowa

2. Buku etnografi dengan judul Tempat Terbaik di Dunia mengisahkan kehidupan sehari-hari warga yang tinggal di kolong jembatan Jakarta, sebuah komunitas marginal yang kerap luput dari perhatian publik. Penulis buku tersebut, Roanne van Voorst, seorang antropolog asal Belanda, tinggal bersama komunitas ini selama beberapa waktu sebagai bagian dari penelitian lapangannya.

Melalui pendekatan partisipatif dan observasi mendalam, Roanne merekam dinamika sosial, cara bertahan hidup, nilai kekeluargaan, solidaritas, serta harapan-harapan yang tumbuh di tengah kemiskinan ekstrem. Meski hidup dalam keterbatasan dan ancaman penggusuran, para penghuni kolong jembatan tidak memandang tempat tinggal mereka sebagai "neraka", melainkan sebagai tempat terbaik di dunia, karena di sanalah mereka menemukan komunitas, identitas, dan makna hidup.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X