PORTALOKA.ID - Pihak kepolisian tetap mengirim sampel sisa muntahan pasutri asal Sleman Yogyakarta yang tewas dalam mobil di Megelang ke laboratorium forensik (labfor).
Kasat Reskrim Polresta Magelang, AKP La Ode Arwansyah, mengatakan meski dapat penolakan autopsi dari pihak keluarga, pihaknya tetap mengirimkan sampel karena memiliki bukti yang kuat.
"Ini masih kami dalami. Untuk saat ini keluarga menolak dilakukan autopsi. Tapi kami tetap mencari informasi apabila memang ada bukti kuat," kata La Ode dalam penjelasannya, dikutip Rabu, 19 Februari 2025.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kamatian keduanya.
La Ode bilang, sudah mengamankan sampel seperti muntahan yang dikeluarkan korban.
Sampel tersebut selanjutnya akan di periksa ke labfor untuk mengetahui jenis keracunan apa yang mereka alami.
"Didapat tanda-tanda ada keracunan, namun belum bisa kami pastikan keracunan sebab apa. Sampel seperti muntahan sudah kami amankan dan nanti kami periksa ke labfor (laboratorium forensik), mungkin bisa menjadi titik terang untuk memastikan penyebab kematian korban," sambung La Ode.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan RSUD untuk dilakukan pemeriksaan luar.
Baca Juga: Pasutri Asal Sleman Yogyakarta Ditemukan Tewas dalam Mobil di Magelang, Istri Sedang Hamil 7 Bulan
"Setelah ditemukan, kami koordinasi dengan pihak kesehatan RSUD untuk dilakukan pemeriksaan luar," kepada wartawan di Polresta Magelang, Selasa (18/2/2025), dikutip dari detikJateng.
Terkait penyebab pasti meninggalnya kedua korban, polisi masih menunggu dari hasil lapfor tersebut.
"Kami belum bisa simpulkan apa penyebab kematiannya sampai ada hasil yang labfor," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, sepasang suami istri ditemukan tewas dalam mobil di kawasan Magelang pada Senin, 17 Februari 2025 pukul 23.30 WIB.