1. Jalin sinergi dan kolaborasi yang baik dengan TNI, Pemerintah Daerah, Instansi terkait, serta seluruh lapisan masyarakat guna keberhasilan pelaksanaan operasi.
2. Laksanakan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat khususnya generasi milenial dan Gen Z guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
3. Kedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang bersifat edukatif dan humanis sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
4. Hindari tindakan kontraproduktif yang dapat mencoreng citra Polri selama operasi berlangsung.
5. Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman termasuk aksi teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
6. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya Polri yang Presisi.
Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, menyampaikan bahwa selama 14 hari kedepan akan ada perhatian ekstra di bidang lalu lintas.
Target operasi pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025, meliputi berboncengan lebih dari tiga, melawan arus, melebihi batas kecepatan, menerobos lampu merah, pengendara masih di bawah umur.
Selain itu, juga pengendara yang tidak menggunakan helm, knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, pengemudi dalam pengaruh alkohol, pengemudi menggunakan HP saat berkendara, dan pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt.***