Sementara ayah tiri korban, Hendi Suprapto menuturkan, Uswatun terakhir kali meninggalkan rumah pada Jumat, 17 Januari 2025.
Korban pun mulai tak bisa dihubungi pada Senin, 20 januari 2025.
Setelah mendapatkan informasi bahwa anak tirinya menjadi korban mutilasi, Hendi dan keluarga langsung bergegas ke Ngawi.
Hal itu dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Baca Juga: Jasad Korban Mutilasi di Ngawi Diduga Tewas Usai Dicekik, Pihak Keluarga Desak Penangkapan Pelaku
Pihaknya pun dibuat yakin setelah melihat ciri-ciri korban melalui gelang, sandal, dan tindik di perut.
Adapula kerabat korban, Ana Yuliana turut menjelaskan, keluarga tidak memiliki firasat apapun terkait kejadian ini.
Ana mengatakan, sempat bertemu langsung dengan korban pada Jumat, 17 Januari 2025.
"Basa basi biasa, tidak ada firasat. Jumat keluar naik sepeda motor," jelasnya.
Baca Juga: Razia Hotel Wonogiri, 9 Pasangan Tidak Resmi dan Ratusan Botol Miras diamankan Polres Wonogiri
Penyelidikan peristiwa ini sedang ditangani oleh jajaran Polsek Ngawi.
Hingga saat ini, pencarian bagian tubuh korban yang hilang masih terus dilakukan.
Dugaan sementara, Polsek Ngawi mengungkap bahwa lokasi pembunuhan terjadi di luar Kabupaten Ngawi.
Sementara itu, penyebab kematian korban disinyalir karena kekurangan napas akibat terhambatnya jalur pernapasan.***