berita

Kronologi Kejadian Pegawai Honorer TVRI Kupang NTT Meninggal Saat Cuci Mobil Operasional, Keluarga Tolak Autopsi

Sabtu, 25 Januari 2025 | 12:32 WIB
Pegawai honorer TVRI meninggal dunia usai mencuci mobil (Web Tribrata Kupang)

 

KUPANG, PORTALOKA.ID - Seorang pegawai honorer di Kantor Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia ketika sedang mencuci mobil operasional.

Peristiwa terjadi di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 23 Januari 2025 siang sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban yang berinisial YN (43) merupakan sopir di TVRI, meninggal saat mencuci mobil operasional milik TVRI NTT bersama dengan rekan kerjanya.

Kronologi kejadiannya berawal ketika korban YN dan saksi AM (30) keluar dari kantor TVRI menggunakan mobil operasional, guna mengantar berkas dan surat-surat kantor untuk ditanda tangani oleh sebuah bengkel di Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga: Kabar Baik! Rencana Kenaikan Gaji Sampai Tunjangan PNS 2025, Sudah Ada Penyesuaian

Saat dalam perjalanan hendak kembali ke kantor, YN dan AM mampir di sebuah warung di dekat Jembatan Cabang Air Oebobo, untuk makan.

Kemudian YN mengajak AM mencuci mobil di rumah AM yang berlokasi di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak, Kota Kupang, seperti apa yang sering mereka lakukan.

Setelah tiba di rumahnya, AM langsung membuka kap depan mobil dan membuka pintu bagian belakang mobil.

YN menyiapkan sabun di dalam ember, kemudian jongkok di bagian ban depan sebelah kiri untuk mencuci velg dan ban.

Baca Juga: Ratusan Rumah Terendam Banjir Setinggi 60 Centimeter di Kabupaten Cirebon, Sekolah Diliburkan

Saat AM berada di bagian pintu belakang mobil, YN berteriak memanggil nama rekannya tersebut.

Mendengar teriakan tersebut, AM langsung mengalihkan pandangannya, dan melihat YN terjatuh tergeletak ke arah belakang, dan langsung kejang-kejang, kemudian tak sadarkan diri.

AM langsung mendekat dan melihat kondisi YN, namun suhu badan YN sudah dingin, dan dipastikan sudah meninggal dunia.

Tim INAFIS Satreskrim Polresta Kupang Kota yang mendapatkan informasi tersebut, langsung menuju ke TKP, lalu memasang garis polisi, dan mengadakan olah TKP.

 Baca Juga: Sebelum Jadi Korban Mutilasi di Ngawi, Wanita Asal Blitar Itu Sempat Tinggalkan Pesan untuk Kedua Anaknya, Begini Isinya!

Halaman:

Tags

Terkini