CIAMIS, PORTALOKA.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis mengundang seluruh pengasuh pondok pesantren yang telah menerima bantuan hibah teknologi bioflok budidaya ikan untuk sarasehan di Kantor MUI, Senin, 20 Januari 2025.
Pertemuan penting ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus mencari solusi bagi beberapa pondok pesantren yang belum optimal dalam memanfaatkan hibah tersebut untuk mendukung produktivitas perikanan mereka.
Menurut Ketua MUI Kabupaten Ciamis, KH Saeful Ujun, hibah teknologi bioflok ini diberikan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren melalui budidaya ikan.
"Teknologi ini telah diterapkan di sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Ciamis. Namun, MUI mencatat ada laporan,terkait kendala dalam pengelolaan teknologi ini, sehingga hasil produksi di beberapa pesantren belum mencapai keberhasilan yang menguntungkan," ujar Ujun.
Baca Juga: Paguyuban Pembudidaya Perikanan Ciamis Tebar Sejuta Benih Ikan di Bendungan Leuwikeris
Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, kata Ujun, ibarat gayung bersambut, pihak Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC) yang memiliki program kerja tahun 2025 hadir untuk bersinergi dengan pondok pesantren.
Menurut Ketua PPC Hendar Suhendar, program ini bertujuan membangun jaringan kolaborasi yang lebih kuat antara pesantren dan para pelaku budidaya perikanan di Ciamis guna meningkatkan kapasitas dan produktivitas pesantren dalam budidaya bioflok dan sistem lainya sesuai spesifik dan potensi di wilayah masing-masing pesantren.
Dikatakan Ketua MUI KH Saeful Ujun, MUI memberikan mandat khusus kepada PPC untuk menjadi mitra strategis yang dapat memberikan pendampingan teknis, edukasi, serta solusi praktis bagi pondok pesantren dalam mengoptimalkan pengelolaan hibah bioflok.
"Sinergi ini menjadi langkah nyata bagi kami untuk menciptakan pesantren yang lebih produktif dan mandiri. Kami berharap teknologi bioflok tidak hanya membantu pesantren dalam memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sumber penggerak ekonomi pesantren," ungkap Ujun.
Baca Juga: 5 Komitmen Nyata BRI Dorong Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM
Melalui kolaborasi ini, lanjut Ujun, diharapkan pondok pesantren dapat lebih mudah mengatasi berbagai kendala teknis, mulai dari pemahaman tentang teknologi bioflok hingga manajemen produksi yang berkelanjutan.
Selain itu, program PPC juga diharapkan mampu memperluas jaringan pemasaran hasil produksi ikan dari pesantren, sehingga dampak ekonominya dirasakan lebih luas.
Dengan dukungan dan kerjasama dari KEMENAG, MUI, DMI dan PPC, pondok pesantren di Kabupaten Ciamis diharapkan menjadi contoh nyata penerapan teknologi perikanan yang sukses berbasis kemandirian pesantren.
"Hal ini tidak hanya memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing," pungkas Ujun.***