KUDUS, PORTALOKA.ID - Overload yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kacamatan Jekulo, Kabupaten Kudus berdampak pada lahan di sekitarnya.
Diketahui overload itu terjadi karena meningkatnya volume sampah daripada biasanya.
Volume sampah meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dari yang biasanya 175 ton per hari menjadi 200 ton per hari.
Salah seorang penyewa lahan yang juga sebagai petani di dekat TPA, Saiful Anaf mengalami kerugian karena lahan sewaannya tercemar limbah.
Baca Juga: Darurat! TPA Tanjungrejo Kudus Alami Overload, Diprediksi Hanya Mampu Tampung Sampah Hingga Maret 2025
“Lahan yang saya sewa ini sudah tidak bisa ditanami karena tercemar limbah."
"Biasanya, musim tanam berjalan normal, tapi sekarang kondisinya buruk,” ungkapnya, Minggu 5 Januari 2025, dikutip dari Ayo Kudus.
Selama delapan tahun bertani di lahan sewaannya itu, baru kali ini Saiful merasakan dampak yang cukup parah.
Dirinya mengaku bahwa lahannya terkena limbah sejak dua bulan terakhir.
Baca Juga: Kronologi 2 Pria Oknum Suporter Asal Jepara Aniaya Warga Kudus Setelah Nonton Pertandingan Sepak Bola
Ia berharap agar terdapat ganti rugi dari pihak terkait mengenai kerugian yang menimpanya.
“Harapannya ya ada ganti rugi, karena biaya sewa dan pupuk tinggi. Sementara, hasil panen pasti menurun,” harapnya.
Saiful juga mengatakan bahwa genangan limbah bertahan lebih lama karena terjadi overload di TPA.
Padahal, jelasnya, genangan limbah biasanya akan surut saat musim hujan.
Kondisi itulah yang menyebabkan lahan tidak dapat diolah dengan optimal.***