CIAMIS, PORTLALOKA.ID - Sejumlah pelaku usaha budidaya perikanan di Kabupaten Ciamis curhat kegelisahan kepada wakil rakyat.
Mereka tergabung dalam wadah Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC), pada hari Kamis, 5 Desember 2024 menggelar audiensi dan diterima oleh Komisi B.
Hadir dari pihak pemerintahan Kabupaten Ciamis, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabag Ekonomi, Kabag Hukum dan DKUMP Ciamis.
Ketua PPC Hendar Suhendar mengatakan, kedatangan pengurus dan anggota PPC untuk meminta dukungan wakil rakyat terkait beberapa permasalahan perikanan.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun Di Sektor Pertanian
"Persoalan klasik adalah mahalnya biaya pakan ikan yang terus melambung. Kami ingin ada solusi pakan misalnya yang berbasis magot. Pakan sangat berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas perikanan," ujar Hendar.
Selain masalah pakan, kata Hendar, pihaknya juga meminta ada pemetaan sentra budidaya ikan gurame yang akan dirilis.
"Ikan gurame asli Ciamis diusulkan agar mendapatkan legalitas Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), sebab ikan gurame asli Ciamis punya ciri khas tersendiri," ujar Hendar.
Ketua Komisi B H. Awan Setiawan mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja dan keberadaan PPC di Kabupaten Ciamis yang mendukung kegiatan serta kemajuan perikanan Ciamis.
"Saya meminta PPC untuk terus menjaga kekompakan organisasinya jangan sampai ke depan ketika disuport oleh dewan malah mementingkan kepentingan masing-masing," ujar H. Awan.
Dikatakan Awan, Komisi B siap mendukung harapan PPC untuk ada pemetaan segmentasi Gurame Ciamis. Tinggal ada kerjasama yang baik dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, supaya sesuai dengan yang disampaikan Ketua PPC yaitu seiring dengan proses rillis Gurame Ciamis menuju legalitas Hak Kekayaan Intelektual(HAKI).
"Kita harus memperlihatkan keseriusa dan memanfaatkan proses pengembangannya yakni segmentasi gurame," ujarnya.
Ditanya masalah pakan yang melambung harganya, H. Awan memberikan saran agar ada kerjasama dengan BUMD Perumda Galuh Perdana.