Saat ini, serapan susu sapi yang mereka kirim ke beberapa IPS dibatasi kuotanya hingga 50 persen setiap harinya.
Akibatnya, ribuan liter susu sapi tidak bisa tertampung.
Peloper yang kadung merugi akhirnya membuang susu sapi yang tidak bisa tertampung.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Melanda Pasar Karanggede Boyolali, Hanguskan Hampir Seluruh Bangunan Pasar
Sementara susu sapi yang masih layak dikonsumsi dibagikan kepada warga.
Rupanya kondisi ini telah terjadi sejak dua bulan terakhir hingga peloper susu rugi jutaan rupiah.
Berdasarkan data saat ini, setiap harinya ada 30 ton susu sapi segar yang tidak bisa tertampung di IPS.
Pembatasan pasokan susu dari petani lokal ini membuat mereka merasa heran.
Mereka pun menduga adanya impor susu yang tak dibatasi.
Karena, produksi susu lokal Indonesia baru mencukupi 20 persen kebutuhan susu secara nasional. Sedangkan 80 persen masih impor. ***