Novian bilang, Rendy mulanya dijemput 2 teman untuk mengerjakan tugas sekolah. Satu teman itu adalah Oci.
"Sekitar pukul 21.00 WIB A dan B datang, lalu Rendy keluar rumah pamitan sama orang tua mau mengerjakan tugas kirab. Keluarnya mereka boncengan tiga, lalu ke tempat pengerjaan tugas kirab di Kretek, sekolahannya," kata Novian.
Selesainya kerjakan tugas, ketiganya pergi ke tempat pernggergajian kayu, milik orang tua Oci.
Kemudian Rendy dan Oci pergi untuk membeli rokok.
"Nah, di tempat Oci mereka bertiga mengobrol di tempat penggergajian kayu. Setelah itu Rendy dan Oci keluar untuk cari rokok," ujarnya.
Namun, keduanya tak kunjung kembali dan ternyata kecelakaan di Jembatan Soko, Seloharjo Pundong.
Akibatnya, luka Oci lebih parah, kepalanya alami luka sobek hingga merasakan pusing.
"Ternyata Rendy dan Oci kecelakaan di dekat jembatan Soko, Seloharjo Pundong. Terus di situ Oci kepalanya sobek dan Rendy hanya lecet di bagian tangan dan mukanya masih bersih," ujarnya.
Oci pun akhirnya dibawa kerumah sakit oleh Rendy dan ibu Oci.
Tak terima dengan kejadian ini, kembaran Oci mendatangi Rendy di rumah sakit hingga terlibat cek-cok.
"Saat di rumah sakit saudara kembar Oci mendatangi Rendy dan terlibat cekcok. Saudara Oci menuduh Rendy memberi obat-obatan ke Oci hingga akhirnya kecelakaan dan tidak terima motornya dipakai jatuh," ucapnya.
Lebih lanjut kata Novian, Saudara kembar Oci menelepon rekannya dan datang ke rumah sakit sejumlah 3 orang.