"Di rumah B terjadi pemukulan lagi, setelah itu ke penggergajian lagi dan dipukuli lagi dan terakhir itu di jalan tembus Pundong-Parangtritis. Jadi ada empat tempat yang jadi lokasi pemukulan adik saya," ujarnya.
5. Kondisi Korban
Novian bilang setelah pengeroyokan terakhir, Rendy masih sadarkan diri.
Bahkan, korban bisa jalan sampai ke tempat penggergajian kayu dan bisa diajak berbicara.
Ia mengatakan tersangka BKS saat itu memberikan minum adiknya.
"Keterangan B itu, setelah pemukulan di jalan tembus Rendy masih hidup dan bisa jalan sampai penggergajian. Terus ditanya masih bisa menjawab dan sempat dikasih minum B," ucapnya.
Kemudian pada Minggu, 13 Oktober 2024 pukul 08.30 WIB korban ditemukan ayah AOS dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga: Ide Menu Rumahan, Tumis Terong Teri Enak, Gurih, dan Pedas, Intip Resepnya di Sini
Adapun kondisi terakhir korban matanya merah, lebam, dan luka memar akibat pengeroyokan.
"Pagi ditemukan sama Pak Salamun, saat itu ada motornya saudara kembar Oci yang rusak sama Rendy terbaring dengan kondisi matanya merah, lebam, luka memar dan itu bukan luka kecelakaan," ujarnya.
6. Ada 11 Tersangka
Pada kasus pengeroyokan ini polisi telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan pihaknya berhasil meringkus ke-11 pelaku dalam 2 hari.
"Untuk pelaku pengeroyokan sudah diamankan secara maraton sejak Minggu sore sampai Senin pagi. Jumlah pelakunya ada 11 orang," kata Jeffry.