Dilokasi lain, terdapat atap rumah warga yang hilang terbawa kencangnya angin.
Hal itu menyebabkan seluruh barang beserta isinya basah terkena air hujan.
"Tadi diluar saya lihat angin itu muter-muter dan saya ajak masuk anak-anak."
"Malah ini atap terbang semua, terus bingung, anak saya gendong dan berlindung ke rumah samping."
"Kondisi semua atap terbang semua basah semua tadi sempat panik," kata pemilik rumah Khatijah, Warga Desa Troso, Kecamatan Karanganom.
Rencananya ia bersama keluarga akan mengungsi ke rumah tetangga atau saudara.
"Rencananya nanti belum tahu (mengungsi) dirumah sebelah atau ketempat saudara, jarak 500 meter," ucap Khatijah.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Klaten ada 4 Kecamatan yakni Karanganom, Trucuk, Ceper dan Ngawen yang terdampak angin kencang.
"Angin kencang menimpa 4 kecamatan, Trucuk, Ceper, Karanganom dan Ngawen. Data sementara ada 12 desa terdampak."
"Saat ini pendataan tidak ada korban jiwa maupun luka ringan atau berat," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Anjung Dorojati.
Hingga berita ini ditulis, BPBD Klaten masih melakukan pendataan dan melakukan penanganan wilayah yang terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di musim pancaroba dengan memotong pohon besar. ***