Lalu mereka memadamkan api dengan peralatan sederhana.
Setelah beberapa jam api berhasil padam, warga mulai mencari keberadaan Wagiyo.
Purwanto bilang, pada pukul 16.00 WIB, korban akhirnya bisa ditemukan.
Adapun kondisinya sudah terpanggang dengan posisi telungkup.
"Hingga akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB ada warga yang lihat seseorang dengan posisi telungkup di ladang. Orang sudah dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya.
Para warga akhirnya mencoba untuk evakuasi dan berupaya identikasi.
Ternyata jasad tersebut identik dengan korban, postur tubuhnya yang dikenali para tetangga.
Di sisi lain, dari pemeriksaan medis korban diperkirakan sudah meninggal dunia 4 jam sebelum ditemukan.
Adapun luka bakar pada tubuh mencapai 90 persen.
"Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan. Untuk penyebab meninggalnya karena luka bakar pada tubuh dengan persentase sekitar 90 persen," ujarnya.
Berdasarkan penyelidikan Polsek Patuk, korban diduga tak bisa menyelamatkan diri saat api berkobar.