Dalam simulasi, petugas berusaha menenangkan warga melalui pendekatan persuasif sesuai prosedur.
Namun, situasi memanas karena ulah provokator.
Kerusuhan pun meluas hingga ke lokasi kantor KPU.
Personel Polres Klaten secara sigap meredam aksi anarkis para pengunjuk rasa dan berhasil mengembalikan situasi menjadi aman dan kondusif.
Kesiapsiagaan ini menunjukkan bahwa Polres Klaten bersama instansi terkait telah siap mengantisipasi berbagai kemungkinan selama pelaksanaan Pilkada.
"Ini juga merupakan kegiatan untuk melatih kemampuan kita, melatih kemampuan di mana kita mengantisipasi ke depan apabila ada eskalasi-eskalasi kejadian-kejadian yang meningkat," imbuhnya.
Baca Juga: Kades Bawak Klaten Jatuh dari Kuda saat Karnaval hingga Tak Sadarkan Diri Dilarikan ke Rumah Sakit
Ada perubahan signifikan jumlah TPS untuk Pilkada dibandingkan dengan Pilpres.
Jumlah TPS berkurang hampir 50%, dari 4000 TPS menjadi 2025 TPS.
Pengamanan pun disesuaikan dengan klasifikasi baru yang dibagi menjadi TPS rawan, sangat rawan, dan TPS khusus.
Sementara itu, Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya menyampaikan dukungannya terhadap upaya pengamanan Pilkada yang dilakukan oleh pihak kepolisian, TNI, dan instansi terkait.
Baca Juga: Kades Bawak Klaten Jatuh dari Kuda saat Karnaval hingga Tak Sadarkan Diri Dilarikan ke Rumah Sakit