PORTALOKA.ID - Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Batang, Ahmad Ridwan bertemu jejaring Promedia bahas soal Pilkada 2024.
Pertemuan ini telah dilakukan di Kantor DPC PDIP Batang pada Sabtu, 10 Agustus 2024.
Ridwan bocorkan sempat bercita-cita menjadi seorang polisi, namun impian tersebut kandas karena tinggi badannya tidak memenuhi syarat. Meskipun demikian, Ridwan tidak patah semangat.
Ia mulai aktif dalam berbagai organisasi, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dan akhirnya memilih jalur politik dengan bergabung di PDI Perjuangan.
“Saya dulu bercita-cita menjadi polisi, tetapi ukuran tinggi badan saya tidak memenuhi syarat. Akhirnya, saya mulai aktif di berbagai organisasi, mulai dari NU, KNPI, dan termasuk terjun ke politik dan memilih jalur perjuangan di PDIP,” beber Ridwan.
Kegigihannya dalam dunia politik membuahkan hasil. Ridwan berhasil terpilih sebagai Anggota DPRD Jawa Tengah selama dua periode. Ia juga mengakui bahwa sebelum berhasil, ia pernah mengalami kegagalan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg).
Namun, ia tidak menyerah dan kembali maju hingga akhirnya terpilih pada Pileg 2013 dan 2019. “Kalau maju di legislatif, ini sudah tiga kali. Yang pertama gagal, kemudian terpilih di Pileg 2013 dan 2019,” urainya.
Pada tahun ini, Ridwan mendapatkan tugas baru dari DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah untuk pindah jalur dari legislatif ke eksekutif. Ridwan diminta untuk maju dalam Pemilihan Bupati Batang 2024.
Ridwan juga menegaskan bahwa keputusan untuk maju dalam Pilkada bukanlah keputusan pribadi, melainkan merupakan perintah dari partai. Ia merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dari partainya untuk menjalankan tugas tersebut.
“Saya ini kan kader, jadi kalau partai sudah memberikan tugas, tentu saya harus siap menjalankan perintah. Apalagi, ini untuk kepentingan masyarakat Batang,” ujar Ridwan.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan juga berharap agar jaringan media, terutama yang tergabung dalam Promedia, dapat berperan aktif dalam memberikan informasi yang sejuk dan menangkal isu-isu provokasi selama masa kampanye Pilkada. Ia mengingatkan bahwa peran media sangat penting untuk menjaga kondusivitas dan memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat.
“Harapan saya, teman-teman jurnalis, khususnya dari jaringan Promedia, turut andil dalam memberikan informasi yang sejuk dan menangkal isu-isu yang bersifat provokasi,” pesannya.