PORTALOKA.ID - Polemik perseteruan Sekolah Petra Surabaya dan warga Manyar, Tirtomulyo masih berlanjut.
Terbaru Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji juga gagal untuk melakukan upaya mediasi kedua belah pihak.
Kasus bermula dari penolakan sekolah Petra membayar kenaikan iuran sekuriti sejumlah Rp140.000.000 per bulan.
Kemudian warga disekitar gedung persekolahan menutup satu-satunya jalan akses ke sekolah.
Berikut Portaloka.id sajikan 4 fakta perseteruan Sekolah Petra Surabaya dengan warga dikutip dari berbagai sumber:
1. Sekolah Petra Dapat Ancaman Warga
Pihak sekolah Petra mengaku dapatkan ancaman warga RW sekitar apabila tidak membayar iuran.
"Bertahun-tahun kami menerima ancaman, jalan akan ditutup," kata pihak sekolah Petra.
Ancaman itu terkait penutupan jalan. Di sisi lain jalan tersebut satu-satunya akses menuju sekolahan.
"Jalan di sana ditutup pak, padahal ini satu-satunya akses kami ke sekolah," lanjutnya.
2. Warga Menaikkan Iuran
Sebelum konflik memanas, sekolah Petra rutin membayar iuran warga total Rp100.000.000 per bulan.