Baca Juga: Warga Solo Ayo Merapat, Saksikan Kirab Pusaka 1 Suro Keraton Solo 2024, Ini Jadwalnya
Nama Kyai Slamet sendiri sebenarnya merupakan nama dari salah satu pusaka berbentuk tombak milik Keraton Solo yang sering dibawa berkeliling tembok Baluwarti setiap hari Selasa dan Jumat Kliwon oleh Pakubuwono X, di mana Kebo Bule selalu mengikuti di belakang.
Karena kebo bule selalu membersamai saat tradisi ini digelar dan berjalan beriringan di belakang tombak Kyai Slamet, maka kemudian kerbau ini identik dengan sebutan Kebo Bule Kyai Slamet.
Rutinitas inilah kemudian berubah menjadi sebuah tradisi yang terus dilestarikan hingga saat ini.
Menurut kepercayaan orang Jawa, Kebo Bule Kyai Slamet dianggap membawa berkah dan keselamatan dari Yang Maha Kuasa sehingga kedatangannya selalu dinantikan.
Banyak warga yang berusaha memegang kebo bule, mengambil air jamasan, dan bahkan ada pula orang yang berebut mengambil kotoran si kebo bule yang terjatuh di jalan saat kirab berlangsung.
Kotoran kebo bule tersebut dipercaya memiliki khasiat tertentu. ***