Pemerintah juga telah mengirim delegasi kepada negara terkait.
“Saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
8 WNI Direkrut jadi Tentara Rusia
Sebelumnya, Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Sluzhba zovnishn'oyi rozvidky Ukrayiny (SZRU) mengklaim bahwa ada 8 WNI yang telah direkrut menjadi tentara Rusia.
Intelijen Ukraina mengklaim bahwa mereka yang direkrut akan ditempatkan di garis depan saat perang meski tak ada pelatihan sama sekali.
Melalui situs resminya, Intelijen Ukraina telah merilis 8 nama WNI yang diduga saat ini menjadi tentara Rusia.
Baca Juga: Prabowo Terima Kartu Anggota Seumur Hidup NU: Ini Kehormatan Besar bagi Saya
Adapun ke-8 WNI yang namanya dirilis oleh Intelijen Ukraina adalah:
1. Yuda Putra Pratama (kelahiran 9 Agustus 1997)
2. Haryanto Dwi Kencana (kelahiran 14 Juli 1983)
3. Erwanda (kelahiran 5 Agustus 1988)
4. Ngangun Hudri Fadli (kelahiran 17 September 1978)
5. Muhammad Syaripudin (kelahiran 3 Agustus 1994)
6. M Hadi Maulana (kelahiran 7 April 1987)
7. Wahyu Oktavian Iskandar (kelahiran 22 Oktober 1985)
8. Helmi Nuraha Hakim (kelahiran 27 Januari 1983). ***