berita

Boy Thohir Ungkap Peluang Besar bagi Talenta Muda, Ajak RI-China Perluas Kerja Sama di Sektor Pendidikan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:35 WIB
Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir alias Boy Thohir mendorong hubungan RI-China turut perkuat kerja sama pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM). (Ist)

PORTALOKA.ID - Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir alias Boy Thohir mendorong hubungan Indonesia dan China tidak hanya berkembang di sektor perdagangan dan bisnis, melainkan juga diperkuat melalui kerja sama pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Boy Thohir dalam sambutannya pada acara Pelepasan Penerima Beasiswa Dharma Bumiputra, Jakarta, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

"Kadin Komite Tiongkok tentunya mempunyai visi bagaimana kami bisa menjadi jembatan antara dunia usaha di Indonesia dan juga dunia usaha yang berada di Tiongkok," kata Boy Thohir.

"Namun dalam perkembangannya tentunya kami juga ingin berperan lebih selain di bidang perdagangan," tambahnya.

Baca Juga: Pasangan Lansia di Pekalongan Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Gegara Dituduh Judol, Padahal Tak Bisa Baca Tulis dan Tak Punya HP

Boy Thohir menuturkan, penguatan hubungan kedua negara perlu mencakup upaya mencetak talenta muda Indonesia yang memahami perkembangan teknologi dan kemajuan ekonomi China.

Hal tersebut dinilai dapat diwujudkan melalui kerja sama Kadin Komite Tiongkok dengan Tianjin University.

Dalam kerja sama ini, 3 orang putra-putri terbaik Indonesia akan menempuh pendidikan di China, khususnya untuk mengenyam pengetahuan di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Belajar dari Kemajuan China

Boy mengatakan, Kadin Komite Tiongkok pada awalnya memiliki visi menjadi jembatan antara dunia usaha Indonesia dan dunia usaha di China.

Baca Juga: Kemeriahan HUT Desa Mekarmukti Cisaga, Ada Jalan Sehat hingga Grup Band Utopia

Kendati demikian, seiring perkembangan hubungan kedua negara, peran tersebut perlu diperluas ke sektor pendidikan.

Boy berharap para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga mempelajari bagaimana China mampu berkembang pesat dalam tiga dekade terakhir.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda Indonesia untuk memahami berbagai faktor yang mendorong kemajuan suatu negara.

Halaman:

Tags

Terkini