PORTALOKA.ID-- Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tegal terus memperkuat peran guru sebagai penggerak literasi keuangan generasi muda melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan yang diikuti 129 guru SMA dan SMK di wilayah Cabang Dinas Pendidikan XII Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan yang diselenggarakan di Kota Pekalongan, Kamis 9 Juli 2026 ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam meningkatkan literasi keuangan sejak dini melalui lingkungan pendidikan.
Bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi dan Akuntansi Wilayah Cabang Dinas Pendidikan XII Provinsi Jawa Tengah tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru agar mampu menjadi agen edukasi keuangan di sekolah serta membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan kewaspadaan terhadap berbagai risiko di sektor jasa keuangan.
Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cakap finansial karena menjadi garda terdepan dalam menanamkan pemahaman dan perilaku keuangan yang bertanggung jawab kepada peserta didik.
Baca Juga: OJK Tegal Dorong Perbaikan Kinerja Perkreditan BPR dan BPRS di Wilayah Eks Karesidenan Pekalongan
“Guru merupakan ujung tombak dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan sekolah," katanya.
Menurutnya, dengan tingkat literasi keuangan yang baik, siswa diharapkan mampu memahami produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan, mengelola keuangan secara bijaksana, serta lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan di sektor jasa keuangan, termasuk pinjaman online ilegal, investasi ilegal, dan perjudian daring.
Kepala Seksi SMA dan SMK Cabang Dinas Pendidikan XII Provinsi Jawa Tengah Lebdo Wiharso menyampaikan apresiasi atas komitmen OJK dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, program tersebut menjadi bekal penting bagi guru untuk membimbing peserta didik memahami pengelolaan keuangan yang sehat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kejahatan di sektor jasa keuangan.
“Kami menyambut baik program peningkatan literasi keuangan yang dilaksanakan OJK. Dengan pemahaman keuangan yang baik, guru dapat menanamkan kepada siswa pentingnya mengelola keuangan secara bijak, mengenal peran OJK dan industri jasa keuangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Lebdo.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber dari OJK dan pelaku industri jasa keuangan.
OJK menyampaikan materi mengenai tugas dan fungsi OJK sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, serta berbagai modus kejahatan di sektor jasa keuangan yang perlu diwaspadai masyarakat, seperti pinjaman online ilegal, investasi ilegal, phishing, dan perjudian daring.
Selanjutnya, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 1 Fanny Rifqi El Fuad memaparkan materi mengenai pengenalan pasar modal, karakteristik produk investasi, serta mekanisme perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.