berita

Debat Pabas Wakil Rektor UNY dengan Mahasiswa, Sebut Spanduk Aksi sebagai Sampah

Jumat, 26 Juni 2026 | 12:43 WIB
Momen Wakil Rektot SDM dan Hukum UNY, Siswanto dan mahasiswa berdebat terkait spanduk aksi. (Instagram/gardabiru_uny)

Aksi Mahasiswa Menyoroti Kebijakan Internal dan Pemerintahan

Perdebatan antara mahasiswa dan WR Siswanto tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026 saat mahasiswa UNY yang tergabung dalam aliansi Garda Biru UNY melakukan aksi.

“Aksi itu untuk merespons kebijakan kampus, seperti menolak rencana SPPG di UNY, kebijakan triple gate, dan tes kesehatan bagi maba,” tulis dalam keterangan unggahan Garda Biru UNY.

Baca Juga: Mengisi Libur Sekolah, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Baznas Klaten

Selain melakukan aksi terkait kebijakan internal kampus, mahasiswa juga menyoroti tentang kebijakan pemerintah untuk skala nasional.

“Kami menyoroti terkait matinya cita-cita reformasi ketika peran militer di sipil kembali menguat, serta menolak program-program strategis pemerintah seperti MBG, Kopdes, dan Danantara karena dinilai kurang perencanaan yang baik sehingga transparansi dan akuntabilitasnya lemah yang menyebabkan peluang korupsi pada proyek-proyek itu tinggi,” jelasnya.

Awal Perdebatan Mahasiswa dengan WR SDM dan Hukum yang Viral

Lebih lanjut, aliansi mahasiswa UNY berencana untuk mengadakan aksi teatrikal di tangga rektorat dan ingin memasang spanduk di balkon.

“Kita dihadang dan tidak diperbolehkan masuk tanpa ada penjelasan yang dapat diterima. Saat spanduk itu jadinya mau digelar di tangga selasar, WR SDM dan Hukum UNY mengatakan bahwa spanduk kritik kita itu kotor, dan sampah,” papar mahasiswa.

“Selain itu, beliau sempat berdebat dan mempertanyakan keberadaan SPPG di UNY. Padahal tujuan kita aksi salah satunya untuk merespon rencana dari rektor yang berstatement menerima SPPG di UNY,” sambungnya.

Baca Juga: Ayah Taufik Hidayat Mengaku Pernah Dipukul Pakai Kayu, Ungkap Anaknya Sempat Kabur dari Rumah

Setelah aksi teatrikal tidak bisa dilakukan di sekitar rektorat dengan mempertimbangkan kondisi spot foto wisuda, massa kemudian menggelar aksi di depan gerbang utama UNY.

Aksi yang akhirnya berpindah di area depan kampus itu menampilkan teatrikal meruwat, berorasi, dan pembacaan puisi.

Sebelumnya, Rektor UNY, Sumaryanto, menyatakan pihak kampus siap mengelola SPPG jika diberi amanah sebagai respons Badan Gizi Nasional (BGN) terkait perguruan tinggi agar terlibat dalam pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG).

Adapun sampai berita ini diterbitkan, pihak UNY belum buka suara mengenai viralnya video perdebatan wakil rektornya dengan aliansi mahasiswa tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini