“Lucunya, anak-anak di sekolah yang suka main judol dan minum alkohol dibiarin sama BK,” imbuhnya.
Saat masih bersekolah, pemilik utas mengaku sempat ingin keluar, tapi dihalangi dengan alasan bisa berdampak pada akreditasi sekolah.
“Akhirnya saya tahan sampai lulus, teman hampir tidak ada, setiap hari dimarahi guru di depan kelas tanpa alasan yang jelas padahal saya menjadi pendiam setelah kejadian yang membuat saya trauma,” sambungnya.
Respons SMAN 2 Bantul
Usai viralnya dugaan perundungan di media sosial, pihak SMAN 2 Bantul pun mengeluarkan pernyataan resminya.
Pihak sekolah meminta maaf kepada penyintas, keluarga, serta masyarakat luas karena situasi saat ini.
Sekolah juga memastikan akan melakukan evaluasi dan investigasi mengenai isu tersebut.
“SMAN 2 Bantul berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka, kooperatif, jika di kemudian hari ada proses investigasi ataupun evaluasi,” tulis pihak sekolah dalam keterangannya yang dirilis pada Sabtu, 20 Juni 2026.
“Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Pihak sekolah mengaku terbuka dengan kritik, masukan, atau informasi lanjutan mengenai isu perundungan tersebut.***